Cara Kerja Radioisotop sebagai Pembasmi Sel Kanker

Cara Kerja Radioisotop sebagai Pembasmi Sel Kanker

Semakin hari jumlah penderita kanker semakin bertambah. Dengan berbagai cara untuk mengatasi kanker, baik secara alami, terapi alternatif dan medis. Untuk mengatasi kanker secara alami sudah dijelaskan di Igaligo lewat artikel kesehatan berjudul : "3 Cara Ampuh Sembuhkan Kanker Dengan B17 (Amygdalin)".

Kali ini akan dibahas tentang kehebatan radioisotop sebagai alat pembasmi sel kanker. Dengan kata lain istilah pengobatan ini dikenal umum sebagai kemoradioterapi. Terapi ini dapat dikombinasikan bersamaan dengan konsumsi antibiotik dan pereda rasa nyeri lainnya untuk membasmi sel kanker.

[caption id="attachment_2965" align="aligncenter" width="428"]radioisotop untuk penyembuhan kanker radioisotop untuk penyembuhan kanker (Ilustrasi/Bundesarchiv, Bild 183-1985-0211-001 / CC-BY-SA 3.0 [CC BY-SA 3.0 de], via Wikimedia Commons)[/caption]Sinar radioisotop ini dapat mematikan mikroorganisme sehingga dapat digunakan untuk sterilisasi alat-alat kedokteran. Teknologi ini lebih canggih dan steril dibandingkan dengan cara konvensional menggunakan bahan kimia seperti sabun. Semua alat kedokteran yang dipakai di berbagai rumah sakit juga pada umumnya selain melewati pencucian, pengeringan, pengemasan, juga melewati proses sterilisasi dengan sorotan sinar radioisotop yang dapat membasmi bakteri, virus dan kuman tanpa tersisa.

Begitu pula dengan pengobatan lewat pancaran sinar radiasi. Dengan terapi Cobalt-60, sel-sel kanker dapat dimatikan dengan menyinari bagian tubuh yang diserang sel ganas. Sel kanker adalah sel tumor yang bergerak cepat dan ganas memakan sel baik di dalam tubuh. Dengan pancaran sinar gamma lewat terapi Cobalt, sebenarnya tidak hanya sel kanker saja yang mati, namun sel baik pun ikut terganggu. Oleh karena itu, sorotan sumber Cobalt harus terfokus, tepat pada titik berjangkitnya sel kanker.

Proses penyinaran sel kanker dengan kemoterapi dibantu dengan scanner yang disebut perisai tungsten. Alat ini mampu mengarahkan sinar Gamma pada titik yang tepat sehingga efek mual pada pasien yang baru melakukan kemoterapi tidak terlalu parah. Pada beberapa kasus di mana penyakit sudah menyebar luas, terapi ini akan dilakukan secara berulang dan bertahap.

Dari beberapa cara pengobatan kanker, kini kemoterapi menjadi langkah yang diambil terutama bila penyakit sudah menginjak stadium lanjut. Memang biaya yang dikeluarkan tidak sedikit. Untungnya negara kita sudah menyediakan berbagai fasilitas kesehatan terjangkau seperti Kartu Sehat dan BPJS. (SRH)
Advertisement
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar