6 Tips Memulai Bisnis Kue Rumahan

6 Tips Memulai Bisnis Kue Rumahan

Sekarang ini, semakin banyak ibu rumah tangga dan kaum hawa yang tertarik untuk mencoba peruntungan dengan berbisnis, salah satu yang sering kita temui ialah bisnis kue rumahan. Tapi memulai sebuah usaha atau bisnis tentunya bukan hal yang mudah, selain kemungkinan gagal, masalah modal yang tidak sedikit juga seringkali menjadi kendala. Banyak yang bermimpi untuk menjajal bisnis kue tapi tidak punya cukup keberanian untuk memulainya, karena merasa tidak memiliki banyak modal.

Anda tidak perlu memikirkan dari mana mendapatkan modal, karena anda tidak harus membuka toko kue untuk memulai bisnis kue, anda bisa mulai dengan kue rumahan. Lalu bagaimana tips untuk memulai bisnis kue rumahan idaman anda?
1. Langkah Awal / Persiapan.

Tidak perlu berpikir terlalu jauh terlebih dahulu, karena itu hanya akan menjadi beban bagi anda. Anda cukup menyediakan peralatan membuat kue dan bahan-bahannya yang relatif terjangkau dan mulai menyetting sosial media milik anda untuk memasarkan produk anda, atau juga melalui networking dengan teman-teman dan kenalan anda, ini merupakan salah satu metode pemasaran yang efektif.

Cara memulai usaha kue rumahan
Cara memulai usaha kue rumahan

2. Jadikan Rumah Sebagai Showroom.

Selain itu, jika anda ingin bisa mendisplay kue bikinan anda, cukup jadikan garasi atau teras rumah anda sebagai showroom. Anda cukup membeli etalase kaca sesuai ukuran dan budget yang anda miliki, etalase ini sendiri harganya tidak terlalu mahal, hanya berkisar 1-2 juta rupiah. Anda bisa memesan etalase yang dilengkapi dengan roda agar anda bisa memasukkannya ke dalam rumah jika “toko tutup”.
3. Urus Ijin Usaha.

Untuk menjamin keamanan produk anda dan konsumen merasa yakin dengan keamanan kue buatan anda, maka sebaiknya anda mengurus ijin usaha rumah tangga ke instansi yang berwenang. Lakukan sedini mungkin agar ijinnya juga bisa lebih cepat keluar, sehingga anda bisa dengan tenang memulai bisnis anda. Karena anda menjual produk yang dikonsumsi oleh manusia, maka jaminan bahwa bahan-bahan yang anda gunakan aman untuk dimakan merupakan hal yang sangat penting, dengan memperoleh dan mencamtumkan nomor registrasi usaha anda pada produk anda, maka bisa dipastikan produk anda aman dan layak untuk dikonsumsi.
4. Tentukan Jenis Produk Anda.

Kue memiliki banyak macam dan varian, dan anda harus tentukan terlebih dahulu jenis kue apa yang ingin anda jual. Apakah anda ingin menjual pastry, cake, roti (bread), kue kering, donat atau yang lainnya. Perhitungkan juga mana yang sekiranya akan lebih cepat laku dan memiliki masa simpan lebih lama.

Untuk permulaan, sebaiknya anda membuat jenis kue yang paling anda kuasai, dan jangan dalam porsi yang terlalu besar agar risiko rugi bisa diminimalisir. Anda bisa lebih banyak membuat jenis kue kering atau pastry yang lebih awet daripada cake.
5. Cari dan Kumpulkan Resep-resep Terbaik.

Hal yang sangat penting dalam bisnis makanan termasuk kue rumahan ialah menu dan citarasa. Semakin banyaknya saingan dalam bidang yang sama harus disikapi dengan sebuah inovasi, agar produk kita memiliki ciri khas dan berbeda dengan yang lainnya, sehingga konsumen akan mudah mengingat produk kita.

Jika anda memiliki resep keluarga yang sudah menjadi andalan secara turun temurun, ini merupakan hal yang sangat bagus, anda hanya tinggal melakukan percobaan membuatnya agar mencapai hasil yang maksimal. Jangan malas untuk browsing mencari resep-resep kue yang menarik dan sekiranya anda bisa untuk membuatnya. Mencari dan mengumpulkan resep-resep kue terbaik juga tetap harus anda lakukan ketika bisnis anda sudah berjalan dengan baik, karena jika anda tidak menambah dan memperbarui varian produk anda dalam jangka waktu panjang, maka konsumen akan mudah bosan dan bisa berpaling kepada produk yang lainnya. Ini merupakan salah satu cara agar bisnis kue rumahan anda bisa bertahan.
6. Promosikan Produk Anda.

Jika semua sudah siap, maka hal yang sangat penting juga untuk anda lakukan ialah buat orang lain mengetahui dan mengenal produk anda. Mungkin bisa anda mulai dengan memberikan sampel kepada beberapa tetangga di rumah anda, agar mereka bisa secara tidak langsung menjadi “sales” anda.

Cara yang lain ialah dengan memaksimalkan fungsi jejaring sosial dan pertemanan yang anda miliki. Tawarkan produk anda melalui sosial media milik anda atau tawarkan secara langsung kepada teman atau kenalan anda. Kalau perlu, berikanlah diskon atau bonus dalam setiap pembelian dengan jumlah tertentu agar mereka tertarik untuk membelinya.
Advertisement
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar