5 Tips Memilih Beras Berkualitas Baik

5 Tips Memilih Beras Berkualitas Baik

Orang Indonesia tidak bisa meninggalkan beras sebagai bahan pangan pokok. Biasanya belum disebut makan kalau belum makan nasi. Nasi pulen, harum, manis tentunya berasal dari beras berkualitas baik. Hal ini yang sering membingungkan konsumen terutama para ibu, yang sering dihadapkan dengan masalah harga. Harga beras berkualitas menjadi tolak ukur kualitas beras, semakin baik semakin mahal harganya.

Sebenarnya untuk mendapat beras yang baik, tidak harus membeli dengan harga mahal. Cukup memilih harga menengah, anda sudah bisa mendapatkan beras yang baik. Berikut tips memilih beras:

1. Aroma


Ciri beras yang baru di panen akan menghasilkan aroma harum alami, kurang lebih seperti rumput segar atau daun pandan. Jadi beras pandan wangi bukanlah beras yang telah dicampur essense pandan. Berhati-hatilah, jangan memilih beras beraroma wangi tajam, karena kita tidak dapat memastikan keamanan zat yang kita makan. Sedangkan untuk beras yang bau apek mengartikan umur beras sudah lama atau kurang jemur.

[caption id="attachment_2877" align="aligncenter" width="640"]cara memilih beras yang baik Cara memilih beras yang baik (Ilustrasi/pixabay)[/caption]

2. Bentuk


Beras biasanya dikualifikasikan berdasarkan bentuk. Ada beras yang bulirnya berbentuk lonjong, lebih bulat dan hancur. Pilihlah beras yang berbentuk agak lonjong bulirnya. Untuk mendapat harga miring, biasanya pedagang akan memisahkan antara hasil gilingan yang baik dan yang patah atau hancur, asalkan beras masih baru, nasi yang dihasilkan tetap sama.

3. Kebersihan Fisik


Agar tidak lagi direpotkan dengan membersihkan beras, tentunya pilihlah beras yang bersih dari sisa kulit padi, batu atau kutu. Perhatikan bagian atas tumpukan beras saat membeli secara kiloan, atau lihat sampel untuk membeli per karung.

4. Warna


Pilih beras dengan warna putih tua dan bulirnya utuh untuk beras putih. Beras yang terlalu putih biasanya sudah dibubuhi bahan pemutih seperti klorin, tawas, bahkan pemutih pakaian dan rasanya agak pahit. Perhatikan pula pada beras berwarna transparan atau bening, saat dimasak, jangan sampai menjadi bubur dan lengket, ini ciri beras plastik.

5. Kadar Air


Beras baru bila ditekan, beras tidak mudah hancur dan warnanya sama di sepanjang bulir. Saat menanak nasi, gunakan lebih sedikit air untuk beras yang baru dipanen agar tidak benyek. Sedangkan untuk beras lama, cuci beras beberapa kali dan gunakan air lebih banyak saat dimasak agar hasil nasi pulen. (SRH)
Advertisement
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar