Mau Tahu Cara Membuat Benang Wool?

Mau Tahu Cara Membuat Benang Wool?

Selama ini, kebanyakan dari kita hanya tahu bentuk mantel yang dipajang dan dijual di toko tanpa tahu cara membuatnya. Melalui proses rajut, baik dengan tangan atau mesin, kita dapat menghasilkan syal, topi, mantel dari benang Wool. Lalu, bagaimana proses pembuatan benang wool?

Wool terbuat dari beberapa bulu hewan seperti unta dan domba. Namun tentunya yang cukup terkenal dan banyak diproduksi ialah wool yang terbuat dari bulu domba.
Penasaran bagaimana bisa bulu menjadi benang? Berikut langkah dan cara pembuatannya :

1. Langkah pertama ialah penguntingan bulu domba yang dikenal dengan istilah sheep shearing.

[caption id="attachment_2538" align="aligncenter" width="640"]Cara Membuat Benang Wool Cara Membuat Benang Wool (Ilustrasi/pixabay)[/caption]

Di musim panas setiap setahun sekali, peternakan domba melakukan panen atau pencukuran bulu domba. Seekor domba betina dapat menghasilkan hingga 15 pon Wool, sedangkan seekor domba jantan sekitar 20 pon Wool. Wool yang baru saja dikumpulkan dari pengguntingan dan belum diolah disebut "raw wool" atau dalam bahasa Indonesia disebut Wool mentah.

2. Setelah pengguntingan, Wool mentah melalui proses sortir atau penilaian sesuai dengan kualitas seratnya.

Wool dari kelas yang sama dikompresi dan kemudian dikemas sesuai kelasnya untuk dilakukan tahap berikutnya. Kualitas Wool terbaik berasal dari sisi, bahu, dan juga belakang, sedangkan kualitas terendah berasal dari kaki bagian bawah.

3. Kemudian wool mengalami proses penilaian kehalusan dan panjangnya.

Adapun panjang bulu bervariasi tergantung asal hewan tersebut, namun sebagian besar bervariasi karena faktor jenis domba. Merino Wool Australia bisa menghasilkan panjang bulu sekitar 3-5 inci panjangnya. Sedangkan bulu domba yang berasal dari Texas dan California dapat menghasilkan serat yang panjangnya 2,5 inci. Wool dari jenis domba lain dan hewan lainnya bisa sepanjang 15 inci.

4. Selanjutnya ialah proses pencucian dalam serangkaian pemandian dalam alkali dan kemudian bulu dibilas dan diperas melalui rol untuk mengeringkannya.

Lanolin, semacam lemak, merupakan salah satu produk hasil dari proses ini dan digunakan dalam pembuatan kosmetik, sabun dan produk rumah tangga lainnya.

5. Selanjutnya, Wool melalui proses yang dinamakan Carding, yaitu menyikat Wool untuk meluruskan serat.

Proses ini dilakukan dengan tangan atau mesin carding yang digunakan supaya Wool dapat dilalui ke dalam serangkaian rol yang dilengkapi dengan bulu kawat.

6. Langkah terakhir dinamakan proses carding ialah ketika Wool tersebut dipisahkan menjadi sehelai benang atau strip dan dikumpulkan ke gulungan untuk proses spinning (putar). Strip yang dipisahkan ini disebut sebagai roving.

Setelah melalui proses carding, serat wool kemudian siap untuk proses selanjutnya – spinning. Spinning merupakan langkah pengolahan Wool di mana roving Wool yang dihasilkan selama carding, diubah menjadi benang Wool.
Advertisement
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar