Begini Caranya Mengajarkan Disiplin Pada Anak Tanpa Membentak

Begini Caranya Mengajarkan Disiplin Pada Anak Tanpa Membentak

Mendidik anak memang bukan hal yang mudah, dibutuhkan ekstra kesabaran agar kita tidak melakukan kekerasan kepada mereka, salah satunya dengan membentak anak. Perlu diketahui bahwa bentakan yang sering diberikan kepada anak selain akan melukai anak secara psikis yang bisa membuatnya menjadi pribadi yang kurang percaya diri, nantinya juga akan membuat anak justru makin resisten terhadap larangan orang tuanya. Kita bisa mengajarkan semua hal kepada anak tanpa harus membentak mereka, agar mereka juga benar-benar paham dan mengerti apa yang sedang kita ajarkan kepada mereka.

Tetapi memang tidak bisa dipungkiri, terkadang kondisi emosional kita sebagai orang tua membuat kita tanpa sadar membentak anak-anak ketika dirasa nakal. Ada tipikal orang tua yang memang sudah menjadi kebiasaannya sering menegur anak dengan nada tinggi atau membentak, tanpa mereka sadari hal tersebut sangat riskan menimbulkan masalah perilaku pada anaknya kelak, mereka akan cenderung memiliki perilaku yang kurang baik. Padahal kalau mau belajar, sebenarnya kita bisa mengajari anak-anak dengan cara yang baik tanpa harus marah-marah atau membentak, begini strateginya:

  1. Membuat Aturan Yang Jelas


Hal pertama yang tidak boleh anda lewati dan lupakan ialah buat daftar aturan yang berlaku di dalam rumah dan sampaikan pada anak anda, jika dirasa perlu, buatlah daftar tersebut secara tertulis dan tempelkan di tempat yang mudah dan biasa dilihat oleh anak, tentu saja jika anak sudah mencapai usia sekolah dan bisa membaca dengan baik.

[caption id="attachment_2668" align="aligncenter" width="640"]Cara mendisiplinkan anak Cara mendisiplinkan anak (Ilustrasi/pixabay)[/caption]

Seringkali apa yang kita larang tetap dilakukan oleh anak-anak, bukan karena mereka nakal tetapi karena mereka belum paham dengan aturan yang diterapkan oleh orangtuanya, atau malah karena anda tidak pernah memberitahukan pada mereka.

  1. Diskusikan Terlebih Dahulu Konsekuensinya


Setelah anda membuat dan menyampaikan aturan dalam rumah kepada anak-anak, langkah selanjutnya ialah diskusikan terlebih dahulu apa yang akan mereka terima sebagai konsekuensinya nanti, ketika mereka melanggar aturan. Tentu saja sesuaikan dengan usia anak, dan pilihlah konsekuensi yang sifatnya mendidik, jangan asal hukuman yang bisa membuat anak trauma. Ulangi sampai anak paham dan mengerti bahwa mereka harus mau menerima konsekuensinya jika mereka tidak mematuhi aturan yang sudah disepakati.

  1. Berikan Hadiah / Penghargaan


Jangan lupa, selain memberikan hukuman sebagai konsekuensi atas pelanggaran peraturan, anda juga harus memberikan reinforcemen atau hadiah dan penghargaan kepada mereka, jika mereka melakukan sesuatu yang sesuai dengan peraturan yang ada. Hadiah tidak harus selalu berupa barang, tapi bisa juga berupa pujian seperti anak pintar, anak baik dan sejenisnya. Jika anda berniat untuk memberikan hadiah barang, perhitungkan kegunaannya untuk mereka dan jangan berlebihan, karena justru akan membuat mereka menjadi konsumtif dan terbiasa melakukan manipulasi. Menurut bukan karena mereka paham tetapi karena ingin hadiah saja.

  1. Pikirkan Kenapa Membentak


Jika anda pernah atau sering membentak anak-anak, sesekali cobalah untuk merenung dan berpikir, sebenarnya apa yang membuat anda melakukannya. Apakah memang benar karena mereka bandel dan pantas untuk dibentak atau justru masalahnya ada pada diri kita sendiri sebagai orang tua. Seringkali tanpa disadari, karena faktor-faktor lain yang tidak ada hubungannya dengan anak-anak yang memicu kita untuk berkata keras kepada mereka, seperti saat sedang capek dengan urusan pekerjaan atau sedang kesal kepada pasangan, sehingga membuat kita melampiaskan kekesalan dengan membentak anak-anak. Tentu saja ini bukanlah hal yang baik.

  1. Berikan Peringatan Yang Tepat


Bagaimana jika sudah dijelaskan, dibuat peraturan dan kesepakatan, tetapi anak masih tetap saja melakukan hal yang tidak boleh dilakukan, apakah lalu kita sebagai orang tua boleh untuk membentaknya. Tentu saja tidak, yang harus dilakukan ialah tanyakan pada mereka kenapa mereka melakukan hal tersebut dan ingatkan kembali, apa saja yang sudah menjadi peraturan bagi mereka. Katakan pada mereka apa yang harus mereka lakukan untuk “membayar” kesalahan yang sudah mereka lakukan dan sampaikan dengan lembut, tapi jelas agar anak mengerti, misalnya katakan pada mereka “Karena kamu bandel tidak makan bekalmu, dan malah jajan sembarangan di sekolah, jadi kamu tidak boleh main sampai waktunya makan malam”

  1. Berikan Konsekuensi Atas Perilaku Anak


Setelah anda memberikan peringatan kepada mereka, dan mengatakan apa yang menjadi konsekuensi mereka, maka saatnya anda melakukan eksekusi. Biarkan anak menjalani “hukuman”nya dan kita sebagai orang tua cukup mengawasinya. Jangan sekali-sekali melakukan “pengampunan” karena kasihan dan merasa tidak tega, karena itu akan membuat anak menggunakan rasa iba kita sebagai orang tua sebagai senjata untuk membenarkan tindakan mereka, dan ini akan membuat mereka menyepelekan peringatan yang diberikan. Justru orang tua harus konsisten dalam hal ini agar lama kelamaan akan timbul rasa jera pada diri mereka dan menjadi kebiasaan untuk disiplin menaati peraturan di dalam keluarga tanpa harus diingatkan terus-menerus.
Advertisement
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar