8 Tips Mendaki Gunung Bagi Wanita Pemula

8 Tips Mendaki Gunung Bagi Wanita Pemula

 

Suka berolahraga? Suka tantangan dan traveling? Bagi kamu khususnya wanita yang menyukai hobi traveling yang penuh tantangan sekaligus dapat melatih otot–otot kaki, kegiatan mendaki gunung merupakan kegiatan yang cocok untuk dilakukan. Ada banyak manfaat yang dapat anda peroleh saat mendaki gunung, selain dapat mengisi kegiatan waktu luang dengan banyak bergerak, anda juga dapat melatih diri sendiri untuk belajar pantang menyerah dalam berjuang.

Kegiatan mendaki gunung ini harus dicoba setidaknya sekali seumur hidup. Agar ketika tua nanti, anda dapat menceritakan pengalaman berharga dalam mendaki gunung ini kepada anak–anak nanti. Tentunya, mendaki gunung harus diperlukan beberapa persiapan yang matang, agar saat mendaki gunung nanti, anda dapat menghadapinya dengan baik:

  1. Siapkan diri dengan olahraga secara teratur.


Mendaki gunung merupakan kegiatan yang harus dilalui dengan menempuh berbagai medan yang sulit, cuaca yang berubah sewaktu–waktu, dan minimnya kandungan oksigen di atas ketinggian, juga sangat mempengaruhi keadaan seseorang saat mendaki. Sehingga untuk melewati semua itu dengan baik, sebaiknya lakukanlah olahraga secara teratur, minimal seminggu sebelum mendaki. Selain dapat melatih pernafasan, otot–otot pada bagian tubuh terutama kaki juga dapat terlatih. Misalnya lakukanlah senam atau jogging di pagi hari.

[caption id="attachment_2562" align="aligncenter" width="640"]Tips mendaki gunung Tips mendaki gunung (Ilustrasi/pixabay)[/caption]

  1. Perhatikan siklus menstruasimu dan pertimbangkan ulang jadwal mendaki saat menstruasi.


Saat menstruasi tentu akan cukup menganggu. Selain karena nyeri di perut, dan rasa tidak nyaman yang dialami, keadaan menstruasi juga tidak mendukung untuk melakukan pendakian, karena kondisi tubuh dalam keadaan tidak fit. Maka perhatikanlah siklus menstruasi anda, dan tentukan jadwal pendakian yang jaraknya jauh dari tanggal menstruasi yang biasanya terjadi.

  1. Tentukanlah gunung tujuan pendakian.


Untuk seorang pemula, sebaiknya pilihlah gunung untuk tingkat kesulitan yang cukup ringan, dan memiliki jarak tempuh yang relatif singkat. Hal itu dikarenakan akan dapat memberikan pengalaman untuk kedepannya jika ingin melakukan pendakian kembali ke gunung yang tingkat kesulitannya lebih berat. Gunung–gunung tersebut diantaranya Gunung Andong Jawa Tengah, Gunung Prau, Gunung Papandayan, dan sebagainya.

  1. Pastikan peralatan dan perlengkapan pendakian sudah lengkap dan siap pakai.


Mendaki gunung memerlukan persiapan yang cukup matang, khususnya peralatan untuk mendukung saat perjalanan nanti. Alat–alat yang harus disiapkan antara lain ialah:  tas gunung/carrier, sleeping bag dan matras, tenda, trecking pole, kompas, jas hujan, senter/headlamp, alat makan, korek api, sepatu gunung/ sandal gunung, kaus kaki, kaus tangan, jaket gunung, slayer, buff, obat–obatan, makanan dan minuman, kantong plastik, serta tisu basah dan kering, jangan lupa juga untuk memakai pakaian lengan panjang agar terlindung dari beberapa hal, misalnya ranting yang dapat menciderai.

  1. Abadikan momen mendakimu dengan membawa alat dokumentasi.


Jangan lupa untuk untuk mengabadikan momen yang tidak akan terlupakan sepanjang hidupmu. Maka, jika anda mempunyai kamera dxlr atau kamera pocket, anda bisa membawanya saat mendaki. Dengan tetap memperhatikan keselamatan dan keamanan anda, carilah spot yang aman untuk mengabadikan petualangan anda.

  1. Komunikasikan dengan orang tua jika ingin pergi berpetualang.


Jangan biarkan orang tua anda khawatir, maka sebelum melakukan pendakian, kabari mereka agar mereka tenang. Apalagi jika mengingat akan memasuki kawasan pegunungan yang minim sinyal dari beberapa provider penyedia layanan komunikasi.

  1. Tetap selalu berjalan beriringan dengan anggota kelompok.


Agar tidak ingin terpisah atau keluar dari jalur pendakian, berjalanlah beriringan dengan anggota kelompok. Hal ini juga untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan misalnya tersesat dan sebagainya.

  1. Jangan memaksakan diri untuk mencapai puncak.


Jika kondisi tubuh sedang tidak kuat untuk melakukan perjalanan lebih jauh lagi, terlebih cuaca yang tidak mendukung, seperti cuaca berkabut, jangan memaksakan diri untuk mencapai puncak, karena yang paling utama ialah keselamatan, dan puncak hanyalah sebuah bonus.

Dan tips yang terakhir ialah tetap jaga kelestarian alam dengan menjaga kebersihan lingkungan gunung, untuk tidak membuang sampah sembarangan, gunakan waktu dengan sebaik–baiknya ketika anda telah sampai gunung. Jangan lupa untuk mengucapkan syukur atas setiap kesempatan yang telah diberikan Tuhan dalam hidup kita.
Advertisement
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar