5 Tips Memilih Tontonan Yang Baik Untuk Anak

5 Tips Memilih Tontonan Yang Baik Untuk Anak

Bagi orang tua yang sudah memiliki anak di bawah usia 17, tentu mempunyai kewajiban dalam mengawasi tingkah pola anak dan gaya hidupnya. Tidak jarang anak memiliki sifat yang meniru segala hal yang dia kira menarik, meski dia tidak mengerti apakah benar atau salah. Untuk itu, ada beberapa tips memilih tontonan yang baik untuk anak berikut ini.

1. Menonton Bersama Anak


Memilih tontonan tidak hanya dari siaran TV lokal, namun juga berbagai Kaset DVD atau VCD, Video di Internet, Bioskop dan TV Channel. Pilihlah film yang sesuai usia anak atau siaran yang cocok ditonton oleh semua umur. Simak percakapan atau kata-kata yang diucapkan. Bila ada konten yang kurang sopan, ingatkan anak untuk tidak meniru hal yang buruk saat menonton bersama.

[caption id="attachment_2514" align="aligncenter" width="640"]Tontonan yang baik untuk anak Tontonan yang baik untuk anak (Ilustrasi/pixabay)[/caption]

2. Pilih film kesukaan anak yang boleh ditonton.


Tentu tidak semua film dapat ditonton bebas, meski ditayangkan di pagi, siang atau sore hari. Hindari tontonan yang berisi kekerasan, kata yang kasar, atau perilaku dan kalimat yang kurang sopan atau mengandung kekerasan. Ajaklah anak untuk mengerti bahwa film favorit haruslah mengajarkan kesopanan dan kebaikan.

3. Batasi jam menonton anak.


Agar anak tidak terbius dengan film yang ditonton, sehingga meniru isi cerita dan peran antagonis, batasi jam menonton anak. Dalam sehari, sebaiknya menonton TV tidak lebih dari 2 jam.

4. Mengingatkan hal baik yang patut ditiru juga sebaliknya


Anak yang menyukai seorang tokoh super hero tentu senang menolong orang. Ajarlah anak untuk meniru nilai baik dari tokoh protagonis. Namun di sisi lain ingatkan pula bahwa berkelahi bukan solusi membela kebenaran, mengingat seorang super hero terkadang mengeluarkan berbagai kemampuan extranya yang dapat melukai dan menghancurkan barang. Jangan sampai hal ini ditiru anak. Bila terjadi, alihkan anak ke acara lainnya agar tidak melekat di otaknya.

  1. Pilihlah acara pendidikan dan agama sebagai penuntun dan pelindung imannya.


Kini sudah bermunculan acara anak bertema agama dan pendidikan dalam versi kartun. Sebaiknya, arahkan anak untuk menonton acara tersebut agar jiwanya termotivasi ke arah yang positif, juga sebagai bekal yang baik dalam hidupnya. (SRH)
Advertisement
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar