6 Tips Menghadapi Psikotes

6 Tips Menghadapi Psikotes

Kita pasti sudah terlalu sering mendengar kata psikotes atau tes psikologi dalam berbagai bidang dan untuk berbagai keperluan, dari sekedar untuk mengetahui kecenderungan minat dan bakat anak, sampai dalam bidang pekerjaan. Terutama bagi para pencari kerja, seringkali psikotes menjadi sesuatu yang menakutkan, kemudian mereka akan mencari tahu bagaimana psikotes itu, baik melalui internet ataupun melalui buku-buku yang dijual bebas di bookstore. Padahal buku-buku yang mengklaim dirinya sebagai panduan psikotes itu pada umumnya hanya menyajikan soal-soal kemampuan akademik mirip dengan buku-buku latihan soal masuk universitas negeri.  Celakanya, seringkali hasil psikotes akan menjadi acuan untuk menentukan apakah seseorang itu bisa diterima atau tidak dalam pekerjaan itu, karena tujuan dari psikotes ialah Find The Right Man In The Right Place, karena sepintar apapun orang tersebut jika karakternya tidak sesuai dengan bidang pekerjaannya, maka akan sulit didapatkan hasil yang optimal darinya.

Sebenarnya psikotes tidak perlu menjadi momok yang menakutkan jika kita mengetahui trik-trik untuk menghadapinya.

  1. Cukup tidur pada malam sebelum pelaksaan psikotes


Psikotes pada umumnya diberikan secara batere atau terus-menerus dari satu jenis soal ke jenis soal lainnya yang biasanya memerlukan waktu antara 2-4 jam sesuai kebutuhan dari tes tersebut.

[caption id="attachment_2310" align="aligncenter" width="378"]Menghadapi psikotes Menghadapi psikotes (Ilustrasi/wikipedia)[/caption]

Banyaknya tes yang diberikan bisa menyebabkan kelelahan yang bisa mengakibatkan individu menjadi kurang konsentrasi, atau malah kurang serius dalam mengerjakannya, tanpa menyadari bahwa hal tersebut dapat mempengaruhi hasil assesmen dari psikotes, dan menjadi “melenceng” dari gambaran dirinya yang sebenarnya, dan menyebabkan “kesalahan menempatkan orang,” sehingga potensi-potensi yang ada pada individu tersebut tidak bisa keluar dan berfungsi secara optimal.

Rasa kantuk jelas akan sangat mempengaruhi konsentrasi kita, padahal ada beberapa jenis psikotes yang memerlukan konsentrasi yang tinggi.

  1. Pastikan semua peralatan yang dibutuhkan sudah tersedia


Alat-alat yang digunakan di dalam psikotes ada bermacam-macam, otomatis juga akan membutuhkan alat tulis dan perlengkapan lainnya yang berbeda-beda juga. Yang umum dipakai ialah pensil untuk menggambar, pastikan anda tidak salah membawa jenis pensilnya, karena jika jenis pensil yang digunakan tidak sesuai dengan yang diperintahkan, maka akan berakibat fatal pada hasil gambar, dan tentunya pada hasil analisanya. Selain pensil, yang tak kalah penting ialah pulpen yang memiliki tinta yang bagus, meskipun bukan berarti mahal, dan jangan hanya membawa satu pulpen, bisa repot kan jika sedang mengerjakan soal yang memiliki batas waktu tertentu, tinta pulpen kita macet.

Dalam beberapa kasus, jika rekrutmen yang dilakukan dalam skala besar, maka biasanya psikotes dilakukan di dalam gedung yang hanya ada tempat duduk tanpa meja, maka tidak ada salahnya jika anda menyiapkan papan untuk alas menulis yang mudah kita beli di toko buku.

  1. Usahakan badan dalam kondisi yang fit


Selain tidur cukup, usahakan untuk menjaga kondisi badan dalam keadaan terbaik, karena jika tubuh kita sedang sakit, misalnya batuk atau pilek, maka selain akan mengganggu diri sendiri, juga akan mengganggu orang lain yang sedang menjalani psikotes bersama kita. Bayangkan saja jika ketika ruangan hening, tiba-tiba terdengar suara batuk kita yang membahana, jelas itu akan mengganggu dan akan membuat sang tester (yang memberikan psikotes) bisa menjadi under estimate kepada kita, dengan (mungkin) berpikir menjaga kondisi tubuh saja kok tidak bisa, karena catatan yang dibuat oleh tester selama pelaksaan psikotes juga akan menjadi bahan pertimbangan untuk membuat keputusan final nantinya.

  1. Kenakan pakaian yang cukup nyaman dan rapi


Karena pelaksanaan psikotes biasanya berlangsung cukup lama, apalagi jika diteruskan dengan wawancara, maka otomatis akan mempengaruhi penampilan kita. Jika pakaian yang kita pakai kurang nyaman baik bahan atau modelnya, maka tentu akan mengganggu performa kita. Beruntung jika pelaksaan tes di dalam ruangan bagus yang memakai pendingin ruangan, tapi jika tidak, maka bisa dibayangkan bagaimana panasnya di dalam ruangan dan bagaimana repotnya kita ketika pakaian yang kita kenakan dari bahan yang kurang bisa menyerap keringat yang ada, kita akan merasa kegerahan dan tentu itu akan membuat menjadi tidak nyaman apalagi jika sampai menimbulkan bau badan.

  1. Datanglah beberapa menit sebelum waktu pelaksanaan tes


Kenapa kita harus datang tepat waktu? Karena pada umumnya tes diberikan secara berkelompok atau beberapa orang sekaligus, dan diberikan sesuai urutan yang telah ditentukan oleh tester? Semua tes harus kita kerjakan, tidak boleh satupun jenis tes yang kita tidak ikuti, jadi ketika kita terlambat datang dan tes sudah dimulai, maka tidak mungkin tester akan mengulang tes hanya karena ada seorang peserta yang ketinggalan akibat terlambat datang. Anda sendiri yang rugi kan.

Disarankan untuk datang beberapa menit sebelum waktu pelaksanaan tes, agar kita bisa menyiapkan diri dengan baik, menngecek kembali alat-alat dan kelengkapan lainnya yang dibutuhkan, bisa merapikan pakaian dan lain sebagainya.

  1. Percaya pada kemampuan diri sendiri dan berikan jawaban yang jujur, bukan yang idealis.


Poin terakhir ini merupakan hal yang biasanya tidak disadari oleh individu yang mengikuti psikotes. Mereka merasa bahwa soal-soal yang diberikan cukup susah, dan merasa tidak bisa mengerjakan, kemudian pada tes yang selanjutnya menjadi kurang bersemangat dan asal-asalan mengerjakannya, dengan asumsi toh tadi sudah banyak jawaban-jawaban yang salah, jadi sulit untuk bisa lolos, padahal psikotes pada umumnya bukan soal benar salah tetapi lebih kepada bagaimana individu itu menghadapi persoalan dan kesulitan, jadi percaya diri merupakan kunci utama, bahwa kita mampu mengerjakan semua tes dengan baik. Ada beberapa alat tes yang berupa pernyataan-pernyataan tertentu, jika anda menemui soal model seperti ini, jawablah jujur sesuai kondisi diri anda sendiri.
Advertisement
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar