5 Tips Menenangkan Anak yang Hiperaktif

5 Tips Menenangkan Anak yang Hiperaktif

Apa kabar bunda? Tentu senang sekali melihat tumbuh kembang anak kita yang aktif bergerak dan selalu ingin tahu tentang hal baru yang dia lihat, dengar dan rasakan. Di samping berbagai ragam aktivitas kita, baik sebagai ibu rumah tangga atau wanita karir, tentunya kita memiliki peran yang besar terhadap anak kita agar tumbuh seimbang antara gerak, berbicara, bersosialisasi dan kemampuan kecerdasan intelejensi dan keterampilan yang dimiliki. Biasanya hal ini didasari oleh pola asuh, kebiasaan dan cara berkomunikasi di rumah dan lingkungan, juga kegiatan kita sebagai orang tua yang sering diperhatikan anak.
Terkadang anak kita bersifat hiperaktif atau mungkin memang memiliki sifat bawaan hiperaktif. Terkadang sifat ini dapat menggangu kita atau bahkan dapat membahayakan anak itu sendiri.

Untuk menenangkan anak tersebut, mari kita simak beberapa tips yang dapat membantu menenangkan anak ketika bersikap hiperaktif.
Teknik penanganan anak hiperaktif
Teknik penanganan anak hiperaktif

Teknik penanganan anak hiperaktif



  1. Anak bersikap hiperaktif bila membutuhkan perhatian orangtua.
    Bila berusia di bawah 2 tahun, kita ajak mendengarkan cerita, bermain, mendegarkan lagu dan bernyanyi bersama, menonton film/ acara anak. Bila anak kita  berusia 2 tahun ke atas ajaklah bernyanyi atau memainkan alat musik, berolahraga seperti bermain bola atau melakukan perawatan rumah bersama seperti menyiram bunga, membersihkan kamar dan merapihkan isi lemari anak bersama.

  2. Ada anak yang memiliki sifat hiperaktif pada saat tertentu. Misal, di waktu anak menginginkan sesuatu.
    Tanyakan dengan lembut hal apa yang anak inginkan dan jawablah sesuai dengan jawaban yang sesungguhnya. Bila anda dapat memberikan keinginannya anda dapat meluluskan keinginannya, namun bila tidak, ucapkan dengan lembut alasan mengapa keinginan anak tidak dapat dipenuhi. Ingatkan anak untuk cukup berbicara pada orangtua bila ingin mengungkapkan keinginannya.

  3. Berikan variasi mainan atau kegiatan dan libatkan anak hiperaktif  membantu kita mengerjakan pekerjaan di rumah.
    Berikan tanggung jawab pada anak untuk melakukan tugas tertentu di rumah agar dia memiliki kesibukan yang positif.

  4. Ajak anak bersosialisasi atau mulai berorganisasi di luar rumah sesuai dengan minat dan bakatnya agar keinginan untuk melakukan sesuatu tersalurkan dengan baik.

  5. Anak hiperaktif sebenarnya memiliki kecerdasan di atas rata-rata.
    Bila berlebihan, anda dapat mengkonsultasikan pada dokter spesialis anak dan otak. Di samping itu, kita harus terus memberi berbagai kesibukan positif untuk menyalurkan bakatnya seperti bermain, menulis, menggambar, bersepeda, beladiri, menari, menulis, memainkan alat musik dan sebagainya.

Pola asuh yang baik dan kesabaran merupakan kunci sukses menjadikan anak yang tumbuh dan berprestasi. Semoga tips ini dapat membantu bunda dalam membimbing putera-puterinya yang hiperaktif menjadi manusia yang cerdas dan membanggakan.(SRH)
Advertisement
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar