Tips Memilih Rumah Yang Tepat

Tips Memilih Rumah Yang Tepat

Saudara sekalian, kebutuhan dasar manusia ialah sandang, pangan dan papan. Seiring dengan kemajuan jaman, kebutuhan pokok ini tetap nilainya tidak pernah bergeser. Pangan tidak bisa kita pungkiri tentu wajib kita konsumsi dan sandang kita pakai setiap hari. Sedangkan papan atau tempat tinggal tentu harus disesuaikan dengan kemampuan kita mengingat biaya yang dibutuhkan untuk memiliki sebuah rumah idaman tidaklah sedikit.

Berikut tips memilih rumah yang tepat, semoga bisa menjadi jawaban bagi anda yang sedang bingung memilih rumah.

1. Pekerjaan dan Letak Kantor


Pekerjaan merupakan kegiatan rutin yang kita lakukan. Pilihlah lokasi rumah yang paling dekat dengan kantor agar kita tidak terlambat bekerja dan juga lebih mudah mengecek keluarga bila ada hal mendesak seperti bila anak sakit, kita bisa lebih cepat pulang ke rumah.

[caption id="attachment_1637" align="aligncenter" width="635"]Tips memilih rumah yang tepat Tips memilih rumah yang tepat (Ilustrasi/pixabay)[/caption]

2. Letak Strategis, Akses Jalan Kendaraan, Sarana Pendidikan dan Kesehatan, Pasar atau Swalayan


Memiliki rumah baik untuk kita tinggali atau untuk investasi bahkan untuk dijadikan bisnis seperti untuk disewakan, tentu menjadi nilai tambah juga penting. Pilihlah rumah yang aman lingkungannya dan bebas banjir. Rumah yang dekat jalur angkot, jalan yang dapat dilalui mobil atau jalan minimal dapat dilalui motor tentunya memudahkan kita untuk beraktivitas di luar rumah baik menuju kantor, pergi ke sekolah, ke Puskesmas atau Klinik kesehatan, apotik, mini market atau pasar tradisional.

3. Harga Rumah


Memilih rumah harus disesuaikan dengan dana yang kita miliki. Bila kita memiliki dana yang cukup untuk langsung memiliki 1 unit rumah sebaiknya kita langsung lunasi. Tapi bila kita hanya memiliki sebagian dana atau bahkan hanya uang muka  kita harus yakin dengan mendisiplinkan dana bulanan cicilan rumah agar tidak dibebani bunga bank tambahan dan cicilan bisa selesai tepat waktu. Bila harga rumah terlalu besar, carilah bank dengan bunga KPR terendah dan pilih tempo bayar yang tidak terlalu lama (5-15 tahun).

Bila kita masih belum memiliki sebuah rumah dikarenakan harga yang mahal, kita bisa memilih tabungan KPR di bank terlebih dulu untuk memiliki minimal dana uang muka. Bila kita memiliki status karyawan tetap, kita bisa mengajukan bantuan dari perusahaan untuk pinjaman KPR rumah.

4. Kondisi Tanah dan Bangunan


Bagi anda yang tinggal di kota tentu mengecek ke kantor Badan Pertanahan Nasional untuk mengetahui kepemilikan tanah. Jangan sampai terjebak dengan status tanah sengketa atau Sertifikat tanah yang diagunkan developer atau pemilik sebelumnya. Bila tanah yang kita beli merupakan tanah adat, pastikan aman atau bila dapat dinaikkan statusnya menjadi hak milik tentunya lebih baik. Jika status tanah merupakan tanah waris, pastikan pemilik sah ada dan seluruh ahli waris menandatangani jual beli tanah. Untuk tanah girik/desa kita dapat menanyakan status tanah dan pemilik sah sebelumnya di kantor kepala desa atau kecamatan. Proses jual beli harus melibatkan saksi, notaris atau kepala desa bila tanah girik/desa agar keabsahannya bisa dipertanggungjawabkan oleh hukum.

Namun bila anda hendak membeli tanah dari developer, sebaiknya selain mengecek status kepemilikan ke kantor BPN setempat, juga mengecek Bank yang membantu proses pelunasan rumah.

Untuk rumah hasil lelang atau rumah lama, cek terlebih dulu kondisi bangunan rumah, apakah harus diperbaiki atau bisa langsung ditempati. Karena tentunya perlu biaya extra untuk memperbaiki rumah.

Semoga tips memilih rumah yang tepat di atas dapat membantu memiliki rumah terbaik bagi anda.(SRH)




Sumber: Pengalaman Pribadi
Advertisement
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar