Kemunculan Bola Api Di Langit Gegerkan Amerika Serikat

Kemunculan Bola Api Di Langit Gegerkan Amerika Serikat

Rabu, 27 Juli 2016 lalu, masyarakat Amerika Serikat mulai dari wilayah Sacramento, Los Angeles, Las Vegas, sampai Utah digegerkan dengan penampakan “bola api” yang melintas di langit malam. Penampakan ini terlihat seperti rentetan bola–bola api yang melintas di angkasa. Mereka yang menyaksikan peristiwa tersebut berkata, bahwa benda terang itu melintasi angkasa selama kurang lebih 30 detik. Banyak diantara saksi mata yang melaporkan kejadian tersebut ke stasiun berita CBS Los Angeles.

Dunia maya juga diramaikan dengan peristiwa aneh tersebut. Twitter pun diramaikan dengan adanya kejadian ini karena banyak yang mengunggah video ketika rentetan bola itu melintas. Seperti halnya kasus–kasus UFO (Unidentified Flying Object) sebelumnya, ada saja yang berpikiran bahwa itu merupakan meteor atau pesawat alien. Ada salah satu komentar yang menyebutkan bahwa itu merupakan serpihan meteor yang terbakar oleh atmosfer ketika memasuki bumi. Namun, ada komentar lain yang menyanggah, bahwa benda itu terlalu pelan untuk disebut sebagai meteor. Ada juga yang mengatakan bahwa mungkin saja itu merupakan penampakan pesawat alien.
Kemunculan Bola Api Di Langit Gegerkan Amerika Serikat
Kemunculan Bola Api Di Langit Gegerkan Amerika Serikat (ilustrasi: wikimedia)


"Menakjubkan bola api di langit!! Apakah ada orang lain yang juga melihatnya?" tulis akun media sosial Death Valley dari National Park Service, seperti laporan dari Fox News, Jumat (29/7).

Ketika itu, National Weather Service sempat berkicau di Twitter, “Terlihat di sini, di Las Vegas. Kelihatannya itu adalah puing–puing dari pesawat antariksa yang terbakar. Namun, hal ini belum dapat dikonfirmasi.”

National Weather Service setelah itu kembali mengatakan, penampakan tersebut bisa saja roket dari Tiongkok yang terbakar dan masuk kembali ke atmosfer Bumi. Namun, Angkatan Udara Nellis di Nevada mengatakan, benda itu kemungkinan meteorit terbakar.

Pangkalan Udara Vandenberg Air Force Base di California mengabarkan kepada CBS bahwa mereka tidak melakukan aksi peluncuran apapun ketika peristiwa itu terjadi.

Tak lama setelah kehebohan tersebut, Komando Udara Strategis AS mengumumkan esok harinya pada Kamis (28/7) bahwa 'bola api' itu berasal dari China. Bola api itu sebenarnya adalah puing–puing dari tubuh roket Chang Zheng 7 (CZ-7) miliki China yang terbakar atmosfer bumi.

Hal yang sama juga disampaikan oleh astronom Jonathan McDowell dari Harvar-Smithsonian Center for Astrophysics melalui akun Twitternya.




Portal berita Los Angeles Times melaporkan, kemungkinan potongan roket tersebut sedang melintas pada kecepatan 28.968 kilometer per jam di ketinggian 80 kilometer dari permukaan Bumi.

Teori lain menyebutkan, bola-bola api tersebut bisa berhubungan dengan hujan meteor Delta Aquarids, yang puncaknya akan terlihat pada Kamis (28/7) dan Jumat (29/7). Hujan meteor Delta Aquarids dimulai sejak tanggal 12 Juli 2016 lalu.
Advertisement
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar