Ingin Sukses Ketika Menuntut Ilmu ? Inilah 7 Tips Solusinya

Ingin Sukses Ketika Menuntut Ilmu ? Inilah 7 Tips Solusinya

Menuntut ilmu merupakan sebuah kewajiban mulia yang dilakukan oleh seorang hamba kepada Tuhannya, serta salah satu dari sekian bentuk ketaatan yang mampu mengangkat kedudukan serta meninggikan derajat manusia di sisi Tuhannya.

[caption id="attachment_1571" align="aligncenter" width="635"]Tips Sukses Ketika Menuntut Ilmu Tips Sukses Ketika Menuntut Ilmu (Ilustrasi: Wikimedia)[/caption]

Sekarang ini, banyak diantara kita ketika mencari ilmu hanya mengedepankan gelar keilmuan semata, dengan tujuan agar mendapatkan status sosial yang istimewa di mata masyarakat serta sebuah pekerjaan yang bisa mendatangkan banyak keuntungan. Oleh karena itu, ketika hal tersebut sudah terjadi pada diri kita, maka sesungguhnya kita telah menjadikannya sebagai sarana untuk dunia semata, tanpa memikirkan bagaimana kelak di akhirat nanti.

Dengan demikian, perlunya sebuah rambu-rambu yang mengatur seorang muslim ketika ia menuntut ilmu agar meraih kesuksesan baik di dunia maupun di akhirat, diantara rambu-rambu tersebut ialah sebagai berikut.

1. Ikhlas


Seluruh aktivitas yang dilakukan oleh seorang muslim hendaklah dilandasi oleh sifat ikhlas, yakni semata-mata hanya ditunjukkan kepada Allah, terlebih lagi bagi pencari ilmu, yang mana ketika ikhlas sudah tertanam di dalam dada, ia akan memperoleh pahala, usahanya akan senantiasa diberkati dan mendapatkan kemuliaan di sisi Allah.

Sebaliknya, jika ikhlas tidak tertanam pada diri seorang penuntut ilmu, tetapi malah sebaliknya, hatinya akan penuh dengan noda-noda riya’ dan tujuan menuntut ilmunya hanya untuk mendapatkan kebanggaan, kedudukan istimewa di masyarakat, bahkan akan menyebabkan penderitaan bagi dirinya di hari kiamat kelak, yang berarti ia tidak akan memperoleh pahala sedikitpun dari usahanya selama di dunia.
Menurut Imam Ghazali, penting bagi seorang penuntut ilmu untuk senantiasa muhasabah diri tentang motif yang mendorongnya untuk mencari ilmu. Apakah motif tersebut baik atau buruk? Tentunya kedua hal tersebut akan kembali kepada diri kita kelak di kemudian hari.

2. Amalkan Ilmu dan Jauhi Maksiat


Seorang pemilik ilmu, hendaklah ia mengamalkan ilmu yang dimilikinya, karena jika tidak, akan dimintai pertanggungjawaban di sisi Allah SWT. Banyak dalil-dalil yang menunjukkan tentang kewajiban mengamalkan ilmu serta ancaman terhadap ilmu yang tidak dibarengi dengan amalan.

Diantara dalil tersebut ialah pada hari kiamat ada seorang laki-laki yang dilemparkan ke dalam neraka untuk disiksa, kemudian oleh penghuni neraka tersebut ditanya, wahai fulan bukankah kamu dahulu seorang yang senantiasa menyuruh kepada kebaikan dan mencegah kepada kemungkaran? Laki-laki itu menjawab, saya sendiri menyuruh kepada kedua hal tersebut, akan tetapi saya tidak melakukannya.

Sebagaimana manusia pada umumnya, ketika menuntut ilmu, sudah pasti banyak godaan yang datang menghadang, untuk itu perlunya menjauhi serta meninggalkannya terutama maksiat, karena hal itu dapat mendorong diri kita mendapatkan berkah dan cahaya ilmu, sedangkan perbuatan maksiat akan membawa kepada kegelapan serta menjauhkan dari cahaya ilmu.

3. Sabar dan Tabah


Sabar merupakan akhlak mulia serta pangkal keutamaan dari segala hal, akan tetapi sedikit sekali orang yang mampu berbuat demikian. Maka alangkah baiknya sebagai penuntut ilmu memiliki keduanya dalam belajar kepada sang guru. Oleh karena itu, setiap pelajar hendaknya memantapkan diri untuk siap menanggung segala kelelahan selama menuntut ilmu, dimana banyak ungkapan yang mengatakan bahwa ilmu tidak bisa diperoleh hanya dengan bermalasan atau duduk di tempat, tetapi harus penuh dengan pengorbanan.

Dengan sabar dan tabah niscaya Allah akan memudahkan segala urusan dan meringankan segala rintangannya, karena ia senantiasa memohon pertolongan hanya kepada Allah Ta’ala. Adapun yang menguatkan motivasi untuk senantiasa bersabar ialah akan diraihnya kenikmatan dan ketenangan dalam menuntut ilmu.

4. Menghormati Guru


Adakalanya ketika kita sudah merasa pintar akan sesuatu, maka tanpa kita sadari akan ada sifat sombong dan merasa paling pintar, serta menganggap orang lain lemah. Padahal perbuatan demikian sesuatu yang tercela di mata manusia maupun Allah. Maka sifat yang harus dimiliki pelajar ialah menghormati dan rendah hati terhadap gurunya, walaupun dalam segala hal ia lebih unggul dibandingkan guru tersebut, sebab dari merekalah kita bisa mengetahui satu huruf yang asalnya tidak kita ketahui. Perlu diketahui juga dalam bertutur kata, gunakanlah bahasa yang sopan, tidak meninggikan suara di depannya, karena dapat menyakitkan hati mereka. Termasuk menghormati guru pula, yaitu menghormati keluarga dan semua orang yang bersangkut paut dengannya.

5. Jujur dan Amanah


Ketika kita melakukan satu saja perbuatan tercela, misalkan berbohong, sudah barang tentu hati kita tidak akan merasa tenang selamanya, walaupun anggota tubuh ini dapat menutupi, lain halnya dengan hati kita, ia tidak akan bisa tertutupi. Maka sebagai seorang yang beriman serta sedang melaksanakan kewajibannya yakni menuntut ilmu, harus membuang jauh sifat-sifat tercela yang dimilikinya.

Ilmu merupakan sebuah amanat dan tanggung jawab yang harus diemban dengan penuh kejujuran dan rasa takut kepada Allah, serta harus hati-hati ketika menyampaikan, jangan sampai kita berbohong terhadapnya.
Ketika seorang pencari ilmu tidak memperhatikan tanggung jawabnya, ia dengan seenaknya akan memutarbalikkan fakta dan mengkhianati ilmu serta dirinya sendiri. Dimana hal itu juga akan mengakibatkan terjadinya penyimpangan dan kebohongan dalam masalah benar dan salah, sehingga orang yang demikian bisa dikategorikan sebagai pendusta atau pengkhianat.

Lantas bagaimana jika kita salah dalam menyampaikan ilmu? Pertama, harus mengakui secara terus terang, kemudian menarik kembali suatu perkataan yang salah dan meminta maaf kepada khalayak umum.

6. Berkompetisi


Semakin tinggi ilmu kita, semakin tinggi pula tingkatan persaingan di dalamnya serta semakin berambisi untuk terus belajar. Banyak kisah dari pencari ilmu terdahulu yang dapat kita ambil pelajaran, yaitu ketika mereka telah memperoleh suatu ilmu, tidak diam sesaat, melainkan terus mencari ilmu lagi dan lagi yang belum mereka miliki.

Seorang pencari ilmu dapat disebut pintar manakala ia masih belajar terus menerus, apabila sudah tidak belajar dan merasa cukup dengan ilmu yang dimilikinya maka ia akan disebut bodoh, karena tidak memaksimalkan kelebihan yang ia miliki.

Begitulah, sebagai seorang pencari ilmu hendaknya untuk bersungguh-sungguh dan serius secara konsisten, memiliki tekad yang kuat, bertanya kepada ahlinya dan banyak membaca berbagai macam ilmu, khususnya bidang yang sedang digelutinya.

7. Memanfaatkan Waktu


Manusia sehari semalam memiliki waktu yang sama, yaitu 24 jam. Akan tetapi, banyak hal yang berbeda dalam kurun waktu itu, terutama menyangkut masalah pemanfaatannya. Ada orang yang ketika pukul tiga pagi sudah berdagang di pasar, sedangkan tetangga sebelahnya masih tertidur nyenyak, ada pula dua orang yang berprofesi sama dan memiliki waktu kerja yang sama, berbeda dalam hal penghasilan.

Contoh di atas hanyalah sebagian kecil dari perbedaan dalam pemanfaatan waktu oleh manusia. Maka tidak akan berbeda jauh dengan seorang pencari ilmu, dimana ketika mereka tidak mampu memanfaatkan waktu yang dimiliki, ia akan semakin tertinggal jauh dari teman-temannya.

Diantara cara bagaimana kita memanfaatkan waktu untuk menuntut ilmu ialah,
Pertama, manfaatkan waktu muda. Waktu muda merupakan sebaik-baik waktu yang dimiliki oleh manusia, dimana ketika itu seluruh fungsi tubuh masih normal dan optimal, kalau kita tidak memaksimalkannya, maka ketika sudah beranjak tua, akan semakin sulit untuk belajar.
Kedua, jangan menunda Pekerjaan. Menunda berarti menumpuk suatu tugas yang semestinya telah selesai dilaksanakan akan tetapi terabaikan begitu saja. Hal ini bisa berakibat buruk kepada seluruh aktivitas kita yang lain. Menunda juga berarti membuang waktu begitu saja, yang mana tidak akan kita dapatkan lagi di lain kesempatan.
Ketiga, cari waktu terbaik. Banyak para ahli yang menganjurkan agar mempergunakan waktu pagi untuk beraktivtas secara maksimal. Terlebih lagi bagi para pencari ilmu, merupakan waktu yang sangat baik ketika semua sel syaraf masih segar dan bekerja dengan baik.

Penting pula untuk merefreshingkan tubuh ketika sudah mencapai pada tahapan yang maksimal, jangan sampai ketika tujuan kita baik, malah akan mencelakakan diri sendiri.

Itulah, sekelumit tips atau cara agar kita dapat meraih kesuksesan dalam menuntut ilmu, walaupun masih banyak tips-tips lain yang tidak kalah baiknya dari ini, akan tetapi dari yang sedikit ini semoga mampu memberikan kontribusi positif bagi kita semua dalam upaya mewujudkan sebuah peradaban yang baik.
Advertisement
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar