Tips Menangani Luka Bakar Yang Baik Dan Benar

Tips Menangani Luka Bakar Yang Baik Dan Benar

Anda atau orang terdekat mungkin pernah mengalami luka bakar. Entah karena bersentuhan langsung dengan api, kecipratan minyak panas, terkena tumpahan air panas, menyentuh benda panas, dan sebagainya. Kulit menjadi melepuh, merah, dan nyeri. Sering juga meninggalkan bekas luka yang sukar hilang sehingga mengganggu penampilan.


Banyak orang yang sering salah dalam menangani luka bakar. Alih-alih membaik, luka bakarnya malah tambah memburuk dan berujung infeksi. Penanganan luka bakar dapat dibagi berdasarkan tingkat keparahannya. Beda tingkat keparahan, beda penanganannya.




[caption id="attachment_1480" align="aligncenter" width="635"]Tips menangani luka bakar Tips menangani luka bakar (Ilustrasi/pxb)[/caption]

Luka bakar minor biasanya berdiameter kurang dari 10 cm dan tidak berbahaya. Luka bakar ini dapat ditangani dengan pertolongan pertama. Akan tetapi, apabila luka bakarnya luas/mayor, perlu segera dibawa ke medis.



Nah, berikut tips menangani luka bakar minor yang baik dan benar.




  1. Letakkan bagian tubuh yang terkena luka bakar di bawah siraman air dingin selama 15 menit atau rendam air dingin atau kompres air dingin. Pendinginan akan menghilangkan suhu panas sehingga mengurangi pembengkakan.




  2. Hindari mengolesi luka bakar dengan margarin, pasta gigi atau menaruh langsung air es atau es batu ke luka bakar karena justru akan merusak kulit.




  3. Oleskan krim antibiotik atau krim khusus luka bakar sesuai anjuran dokter atau apoteker. Bekas lepuhan dan kulit mati sebaiknya disingkirkan dulu sebelum mengoleskan krim antibiotik. Anda dapat juga menggunakan lotion yang mengandung gel Aloe vera atau pelembap untuk mencegah kulit menjadi kering.




  4. Tutupi luka bakar dengan kasa steril dan pasang plester secara longgar.




  5. Bersihkan luka bakar dan ganti kasa penutupnya secara berkala.




  6. Cuci tangan dengan air dan sabun sebelum mengganti kasa.




  7. Apabila luka melepuh, jangan dipecahkan untuk mencegah infeksi.




  8. Jangan menggaruk kulit yang mengalami luka bakar.




  9. Amati luka bakar secara berkala terhadap tanda-tanda infeksi. Apabila nyeri, kemerahan, atau nanah semakin bertambah segera bawa ke dokter.




  10. Gunakan krim tabir surya sesudah area yang mengalami luka bakar sembuh. Gunakan setidaknya selama setahun untuk menghindari area yang mengalami luka bakar menjadi gelap.




  11. Apabila pakaian atau kain yang melekat pada kulit yang terkena luka bakar sulit dilepaskan, rendam dalam larutan salin (bisa dibeli di apotek).




Apabila luka bakar yang dialami termasuk kategori mayor, sebelum mendapat pertolongan medis, Anda dapat melakukan pertolongan pertama sebagai berikut:





  1. Jangan menyingkirkan pakaian yang melekat pada luka bakar.




  2. Jangan merendam luka bakar yang luas dalam air dingin.




  3. Periksa tanda-tanda sirkulasi (pernapasan, batuk, atau gerakan tubuh).




  4. Tinggikan posisi tubuh yang mengalami luka bakar.




  5. Tutupi area tubuh yang mengalami luka bakar.




Apabila luka bakar yang dialami karena terkena zat kimia misal terkena air aki, Anda dapat melakukan hal berikut:





  1. Bilas permukaan kulit dengan air dingin mengalir selama 20 menit atau lebih untuk menyingkirkan zat kimia.




  2. Singkirkan pakaian atau perhiasan yang sedang dikenakan oleh penderita.




  3. Kompres dengan handuk atau kain basah dingin untuk meredakan nyeri.




  4. Balut area yang terkena secara longgar.




  5. Basuh kembali area yang terkena luka bakar kimia.




Hal terpenting ialah tetap tenang dan jangan panik ketika ada yang mengalami luka bakar. Semoga bermanfaat. Salam sehat.

Advertisement
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar