Kajian Metafisis Dalam Diri: Kiat Membangun Mental yang Kuat

Kajian Metafisis Dalam Diri: Kiat Membangun Mental yang Kuat

Dalam hidup ini pastinya saya dan anda pernah melihat seorang yang memiliki perangai yang tenang, percaya diri, ceria dan  tak mudah stres ataupun galau. Mungkin saja itu sahabat anda. Saya penasaran dengan orang-orang seperti itu di benak sayapun bertanya-tanya apa yang melatar belakangi mereka, sehingga mereka seperti itu dan banyak orang yang menyukai mereka. Kembali kebiasaan saya pun kambuh, berangan-angan ingin menjadi seperti mereka, alangkah bahagianya saya. Gertakan suara teman pun mengingatkan bahwa semua iu tidak akan pernah merubah hidup saya. Buat anda yang merasakan hal yang sama mari dalam artikel kali ini, kita kaji apa yang menjadi rahasia mereka, yang mungkin dapat kita ambil benang merahnya untuk dijadikan bahan refleksi hidup kita. Oke….

[caption id="attachment_1491" align="aligncenter" width="635"]Kiat membangun mental kuat Kiat membangun mental kuat (Ilustrasi/deviantart)[/caption]

Pertama, ada hal yang penting yang perlu kita ketahui, sebenarnya  orang yang memiliki perangai yang telah saya sebutkan di atas itu ialah bentukan mental dalam hidupnya, karena mental dalam jiwalah yang menjadi cerminan dalam perangainya tentunya latar belakang hidupnyalah yang membuat mentalnya begitu kuat, sehingga mereka begitu ceria dalam menjalani hidupnya, walaupun nyatanya hidup ini sangat keras.

Tetapi  bagaimana jika kita tidak memiliki mental seperti mereka, latar belakang kehidupan kitapun juga tidak sama dengan mereka ?. Tidak harus meratapi dan mengeluh akan hal itu, mereka bisa membentuk mental,  kenapa kita tidak ? Sure.  Kuncinya syukuri apa yang telah kita terima dan syukuri karena saya dan anda telah diberikan kesadaran untuk merefleksi diri, yang mana artikel ini merupakan pengantarnya dan inilah langkahnya.

Kiat Membangun Mental yang  Kuat


1. Percaya diri

Tidak yakin pada sendiri merupakan presepsi awal yang melemahkan mental yang ada dalam diri kita, percayalah bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kelemahan yang tidak sama satu sama lain, tidaklah Tuhan kita yang Maha Adil menciptakan manusia yang  penuh dengan kelemahan tanpa sedikitpun kelebihan. Logikanya, ketika kita tidak yakin pada diri sendiri, itu artinya kita juga tidak yakin Tuhan telah menganugerahkan berbagai potensi dalam hidup kita. Dengan diri kita sendiri saja tidak yakin bagaimana kita meyakinkan orang lain ?? ( pertanyaan sederhana itu mungkin bisa kita jadikan refleksi pertama ).

Maka beranikanlah untuk menunjukan eksistensi kita, minimal tunjukan pada dunia bahwa kita adalah manusia yang benar-benar manusia dan dapat memanusiakan manusia. singkatnya beri manfaat pada dunia.

2.   Kenali diri, Gali potensi

Atau yang lebih populer dalam lingkup saya dengan ANDI atau analisis diri. Pernah saya diajarkan teknik dalam melakukan hal tersebut, yaitu dengan menanyakan hal yang berkaitan dengan jiwa kita, pertanyaan-pertanyaan yang nanti saya sampaikan lebih sering digunakan dalam berbinis yang dalam pertanyaan-pertanyaan nanti dapat memprediksi peluang bisnis yang prospek ke depannya. Karena ini untuk ANDI tersayang maka jangan mikir bisnis dulu dah. Sebaiknya siapkan kertas dan alat tulis, ini sangat membantu .
Rumusnya Ialah SWOT.

  • S : STRENGT (kelebihan): tanyakan pada diri anda tentang kelebihan-kelebihan yang anda miliki, jika perlu tuliskan sebanyak-banyaknya, ini akan membantu kita dalam langkah ke depan kita selanjutnya,  jangan ragu untuk menuliskan kelebihan-kelebihan yang anda miliki, mereka yang  bermental yang kuat tak segan-segan untuk menuliskan dan merealisasikan kelebihan yang mereka miliki, karena dengan hal itu mereka dapat memberi kontribusi dan manfaat kepada dunia. You can trust me !!

  • W: WEEKNESS ( kelemahan): tak dapat dipungkiri, kita adalah manusia biasa yang juga memiliki kelemahan namun yang menjadi permasalahan dan pertanyaannya. Bagaimana respect kita akan hal tersebut ? Terpuruk karenanya atau bangkit dengan kelebihan kita yang mungkin itu bisa menutupi kelemahan kita ? Silahkan anda memilih

  • O: OPORTUNITY ( peluang): setelah kita menganalisis S dan W peluang apa saja yang dapat kita ambil darinya, misal saya sendiri yang memiliki latar belakang suka dan bisa menulis, namun saya cenderung orang yang tidak suka bergaul ( baca jawa: kurang grapyak). Maka saya mengambil peluang untuk menjadi penulis dan pekerjaan-pekerjaan yang tidak menuntut untuk banyak bicara, itu proyeksiku, bagaimana denganmu?

  • T: TREATMENT( hambatan):  setiap langkah yang kita mulai pastinya ada berbagai hambatan yang menghadang, saya sendiri tidak setuju dengan konsep bahwa kita harus lari dari hambatan itu. Hambatan bagi saya ialah teman yang terus mendorong kita untuk maju. Di sinilah dibutuhkan mental yang kuat untuk menghadapinya, banyak orang-orang besar di sana yang sudah merasakan berkali-kali kegagalan, namun apa respon mereka ? justru mereka bertambah kuat, seiring dengan kegagalan-kegagalan yang menimpanya.


3. It’s show time

Tutuplah artikel ini dan mulailah langkah pertamamu ! Ingatkan, seribu langkah berawal dari satu langkah pertama. Come on guys !!, Nunggu apa lagi… Good luck for your future.
Advertisement
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar