4 Tips Untuk Traveler Tanpa Guide

4 Tips Untuk Traveler Tanpa Guide

Tak ada bosannya memang jika berbicara tentang traveling, berkelana ke tempat baru yang memunculkan banyak pesona baru. Namun, apa jadinya jika kita untuk pertama kalinya menjejakkan kaki di sana dan tanpa didampingi seorang pemandu sekalipun? Ini dia tips bermanfaatnya.


Bagi sebagian orang, bepergian memang menyenangkan jika bersama-sama. Tidak membosankan seperti saat sendirian. Namun, ada kalanya anda perlu dan harus untuk pergi sendiri. Menarik sekaligus menantang, dan tentu saja berbahaya. Karena bagaimanapun, itu tempat baru yang belum pernah didatangi dan kondisinya benar-benar membutakan.



4 Tips Untuk Traveler Tanpa Guide


[caption id="attachment_1468" align="aligncenter" width="635"]Tips traveling tanpa guide Tips traveling tanpa guide (Ilustrasi/pixabay)[/caption]


  1. Pelajari tempat dengan benar




Mempelajari tempat dengan benar akan membantu para traveler dari kata tersesat. Meskipun tersesat seperti menjadi hal biasa bagi para solo traveler, setidaknya anda tidak akan tersesat di tempat berbahaya. Pelajari semua aspeknya, seperti transportasi umum, penginapan, jalanannya, atau beberapa spot yang perlu untuk didatangi. Ini akan berhubungan dengan poin kedua.





  1. Membuat itinerary paten




Membuat sebuah itinerary bukan hanya menyoal kita bisa seefisien mungkin menggunakan waktu di tempat liburan, namun juga menyoal tentang pesan kepergian. Sedia payung sebelum hujan, usahakan tinggalkan itinerary pasti anda pada salah satu orang yang menjadi kontak darurat anda. Sehingga, jika hal yang tidak diinginkan terjadi, mereka memiliki rekam jejak perjalanan anda.


Seperti yang disebutkan tadi, lebih dari apapun itinerary bisa membuat kita terhalang dari traveling sia-sia. Jangan sampai anda meninggalkan spot wajib tempat terkait karena kurang riset atau kehabisan waktu karena jadwal perjalanan yang berantakan. Pastikan sedetail mungkin seperti tempat menginap, tanggal bepergian dan estimasi kedatangan.






  1. Pelajari kondisi sosial dan bahasa




Mempelajari kondisi sosial dan bahasa cukup membantu anda untuk beradaptasi sementara waktu. Anda bisa dengan mudah mendapatkan bantuan jika anda memahami beberapa frasa sederhana untuk para pelancong. Seperti contohnya jika anda tiba-tiba tersesat, anda setidaknya dapat menanyakan hal tersebut di penduduk lokal. Atau mungkin jika anda kesulitan untuk menemukan suatu tempat, penduduk lokal akan senang hati jika anda bersikap familier dengan mencantumkan sedikit bahasa mereka.


Selain bahasa, mempelajari kondisi dan kebiasaan sosial masyarakat dapat menyelamatkan anda. Ada banyak tempat yang berbeda sehingga anda perlu melakukan hal benar di tempat yang benar. Karena salah melakukan atau mengucapkan sesuatu dapat membuat anda berurusan dengan masalah. Memahami kondisi sosial juga berarti mempelajari apa yang boleh dan apa yang tidak boleh sehingga anda bisa terhindar dari ketidaksengajaan melakukannya.





  1. Baca banyak pengalaman traveler yang pernah ke sana




Meriset tempat baru menjadi hal wajib bagi para solo traveler, karena di sana mereka akan menjadi orang baru sendirian. Tak ada teman untuk diskusi jika menemukan kesulitan sehingga berdiskusilah untuk segala kemungkinan. Para traveler suka sekali membagi ceritanya, lengkap dengan wanti-wanti dan juga saran. Anda dapat menemukannya di blog atau forum online. Ini akan sangat bermanfaat bagi para pelancong yang akan pertama kalinya ke sana sehingga anda memiliki gambaran pada tempat baru tersebut dan dapat lebih mempersiapkan banyak hal untuk diwaspadai. Seperti contohnya jika tempat itu dikenal rawan pencopet, anda bisa membagi uang di beberapa tempat berbeda dan lain sebagainya.


Masih banyak tips yang berkaitan dengan ber-traveling seorang diri. Namun setidaknya, 4 hal dasar itu perlu dilakukan. Semoga bermanfaat.

Advertisement
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar