4 Cara Mempertahankan Keaslian Batik Agar Tidak Hilang

4 Cara Mempertahankan Keaslian Batik Agar Tidak Hilang

Batik merupakan suatu aset kekayaan yang dimiliki oleh Indonesia dan setiap daerah di 34 provinsi pun memiliki berbagai macam corak serta motif batik yang beragam sebagai bentuk simbol kekhasannya, yang tidak bisa ditiru oleh daerah lainnya. Bahkan, batik juga telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya dan juga ditetapkan sebagai hari nasional, dimana semua instansi pemerintahan maupun perusahaan diwajibkan mengenakan batik pada 2 Oktober. Tak hanya tanggal 2 Oktober saja, tapi kini hampir seluruh perusahaan dan instansi pemerintahan menetapkan peraturan di kantornya untuk memakai baju batik ada yang dua kali dan ada pula sekali di lima hari kerja. Malahan seiring dengan perkembangan zaman, batik kini bukan lagi sesuatu yang resmi melainkan bisa digunakan untuk casual. Karena sekarang ini batik sudah memiliki banyak pilihan yang beragam model dan coraknya, sehingga kita tidak akan menyesal untuk membelinya. Pasalnya, para pembatik sudah memiliki keahlian dalam mengkreasikan dan memadukan model-model batik sekarang tanpa menghilangkan ciri khas daerahnya sendiri. Dengan begitu, batik pun kian banyak diminati dan digemari semua kalangan baik itu anak-anak hingga orang dewasa.

[caption id="attachment_1181" align="aligncenter" width="480"]Cara mempertahankan keaslian batik Cara mempertahankan keaslian batik (Ilustrasi/wikipedia)[/caption]

Batik juga kerapkali dijadikan buah tangan ketika kita sedang bepergian ke luar kota dan tidak lupa mampir ke grosir-grosir batik tempat yang kita kunjungi. Meskipun batik sudah menjadi tren dan mendunia, tidak ada salahnya pemerintah harus bisa menjaga dan mempertahankan keaslian warisan budaya, agar tidak diambil oleh negara-negara lain karena ini merupakan aset yang kita miliki dan jangan pernah dijual demi kepentingan pribadi. Sebab, bila hal itu terjadi akan berakibat fatal terutama bagi para pengrajin dan pengusaha batik yang tidak bisa memproduksinya, lantaran kekhasannya yang dimiliki hilang. Untuk mencegah hal tersebut agar tidak terjadi, ada beberapa cara untuk mempertahankan keaslian batik, diantaranya adalah :

  • Mematenkan batik-batik yang diproduksi baik itu cap maupun tulis dengan memberikan sebuah label dan merek dengan mendaftarkannya ke merek dagang. Hal itu dilakukan untuk mencegah terjadinya kerugian yang besar terhadap para pengusaha batik yang memproduksi dan mencitakannya sendiri, bahkan sudah dikenal di pasaran tiba-tiba diambil oleh pesaing batik lainnya.

  • Memiliki ide kreatif dalam menciptakan sebuah motif dan corak terhadap batik yang akan dibuatnya, sehingga memunculkan ciri khas tersendiri saat dijual ke pasaran tanpa menghilangkan keaslian daerah yang dimiliki.

  • Selalu mengupdate informasi-informasi dari televisi, internet ataupun majalah terkait model batik yang akan dibuat selanjutnya. Karena dengan perubahan zaman dan ditambah kemajuan IPTEK, sebagian besar masyarakat Indonesia lebih cenderung mengikuti alur dunia fashion yang sedang ngetren. Jadi, pada industri batik sendiri pun jangan mau ketinggalan untuk membuat model yang sedang digemari orang-orang saat ini. Bila industri batik tidak mengikuti tren, kemungkinan batik yang dijual di pasaran tidak akan laku.

  • Kain batiknya pun juga bervariasi dan itu bisa menjadikan ciri khas serta keunggulan para pengusaha batik, untuk memudahkan mengenali produksi batiknya yang dijual di pasaran. Terkadang tak banyak para pengusaha batik yang tidak segan-segan merogoh kocek untuk membeli kain yang bagus dan halus, karena mereka ingin lebih mengutamakan kepuasan konsumen dan produksi yang dibuat tetap dikenal banyak orang.

Advertisement
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar