Cara Menulis Cerpen Agar Enak diBaca

Cara Menulis Cerpen Agar Enak diBaca

Banyak teori yang menerangkan masalah bagaimana menulis cerita pendek atau cerpen agar tulisan itu benar-benar enak, garing untuk dibaca. Bisa dikatakan sebuah cerpen bahkan novel yang enak dibaca itu ialah, setiap kata-kata atau kalimat-kalimat bisa dirasakan oleh pembacanya, dan masuk ke dalam imajinasi mereka.
Cara menulis cerpen
Cara menulis cerpen


Agak sulit memang bagi penulis pemula, apalagi penulis minim kosa-kata, seperti persamaan kata. Sehingga penulis pemula bingung mencari kata yang tepat untuk ditorehkan apa yang ada di imajinasi penulis pemula.

Perbendaharaan bahasa atau kosa-kata itu penting untuk seorang penulis, lebih-lebih penulis cerpen atau novel dimana setiap gerakan dan ekspresi tokoh yang akan ditulis benar-benar seperti nyata dan tidak membosankan.

Bukan hanya memperkaya perbendaharaan bahasa, tapi juga teori cara menulis cerpen. Teorinya itu ialah:

  1. Deskripsi

  2. Dialog

  3. Latar belakang

  4. Deskripsi

Deskripsi adalah gambaran atau paparan cerita yang akan kita buat. Contoh saya akan membuat cerita tentang cerpen percintaan remaja.

Chika gadis remaja menyukai sahabat cowoknya bernama Regan, namun rasa cintanya itu bertepuk sebelah tangan. Sedangkan Regan menyukai Rosa teman dekat Chika.

Ketika waktu berlalu, diam-diam Regan jatuh hati juga dengan chika. Akhirya mereka menjalin hubungan tanpa sepengetahuan sahabatnya Rosa. Suatu ketika ketahuanlah hubungan mereka oleh Rosa, yang berakhir dengan prahara antara Chika, Rosa, Regan.

  1. Dialog

Sebuah cerita tanpa ada dialog di dalamnya terasa tidak hidup. Maka dialog itu penting. Namun ada sebagian penulis cerpen, yang hanya mengutamakan dialognya. Boleh-boleh saja, cuma menurut saya cerita akan kaku dan tidak masuk ke dalam imajinasi pembacanya.

  1. Latar Belakang

Gambaran keadaan di sekeliling tokoh di dalam cerita. Latar belakang meliputi ekspresi wajah, gerak tubuh dan suasana di mana tokoh berada.

Contoh di bawah ini saya akan membuat cerita di atas menjadi hidup, dengan memasukkan ketiga unsur tersebut yaitu Deskripsi, Dialog dan Latar belakang.

Gadis belia itu terpaku di sudut ruang kelas ketika menatap lekat-lekat ketampanan teman prianya, bernama Regan. Gadis yang menatap itu, timbul rasa suka di hatinya kepada Regan.

Tak lama kemudian Rosa datang menyapanya.

"Hai Chika, ngelamun aja sih!"

Chika jadi terhenyak dari lamunannya.

Lalu Rosa menghampiri Regan yang sedang duduk. "Sayang, nanti malam kita jalan yu!"

"Oke nanti malam aku jemput ke rumahmu!" jawab Regan.

Melihat lelaki yang dia suka, ternyata ke*kasih sahabatnya itu! galaulah hatinya. Mana mungkin ia mencintai ke*kasih sahabatnya sendiri.

Waktu terus berjalan. Rosa sering mengajak ke*ka*sihnya berjalan-jalan bersama Chika. Tentu membuat Regan mengenal Chika sebagai sahabat ke*ka*sihnya itu.

Tanpa disadari Regan, ada benih-benih cin*ta dan rasa suka kepada Chika. Tentu tanpa sepengetahuan Rosa sebagai kekasihnya. Terbesitlah untuk berselingkuh.

Secara diam-diam Regan dan Chika berjalan bersama. Ada rasa bersalah di hati Chika karena menghianati sahabatnya itu.

Waktupun berlalu, pada akhirnya ketahuanlah bahwa Regan ber*se*ling*kuh kepada sahabatnya Chika. Dengan Rasa kecewa Rosa berbicara kepada Chika. "Sungguh kamu adalah sahabat yang berkhianat," Dengan wajah masam Rosa pun berlalu meninggalkan Chika membawa hati yang pedih.

Chika yang sudah telanjur sayang kepada Regan hanya berkata di dalam hati. "Maafkan aku sahabatku!"




Itu Contoh atau cara bagaimana membuat cerpen yang enak dibaca dan masuk ke dalam imajinasi pembaca.

Semoga Artikel ini bermanfaat dan menambah ilmu tentang dunia tulis-menulis.
Advertisement
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar