8 Tips Traveling Murah Tapi Menyenangkan

8 Tips Traveling Murah Tapi Menyenangkan

Memang menyenangkan sekali menjadi seorang traveler. Karena kita bisa pergi berkeliling ke berbagai tempat wisata yang indah dan mempesona. Berbagai tempat-tempat baru yang bisa menambah pengetahuan kita. Namun sayangnya, untuk menjadi seorang traveler, selain harus mempersiapkan fisik yang prima, juga harus disertai dengan cukupnya keuangan. Karena, untuk menuju ke tempat wisata tujuan, ada beberapa hal yang berhubungan dengan akomodasi harus kita bayar dengan uang.

[caption id="attachment_1068" align="aligncenter" width="590"]Tips traveling murah menyenangkan Tips traveling murah menyenangkan (Ilustrasi/pixabay)[/caption]

Tapi tak perlu hawatir. Banyak sekali para traveler yang berhasil melakukan beberapa perjalanan mengasyikkan meski dengan dana yang minimal. Bagi yang ingin mencontoh trik dan trip mereka, mari kita intip. Kira-kira hal apa saja yang perlu dipersiapkan untuk hal tersebut.

1. Atur Jadwal


Mengatur jadwal selalu berkaitan dengan menentukan jauh-jauh hari tempat wisata tujuan yang ingin kita kunjungi. Karena ini akan sangat berpengaruh pada besarnya uang yang kita perlukan untuk mengadakan perjalanan tersebut. Sehingga kita bisa mengalokasikan sejumlah dana dalam bentuk tabungan yang akan kita gunakan untuk traveling.

Intinya, jika memang mempunyai niat yang bulat untuk pergi wisata, menabung merupakan hal utama yang harus kita lakukan. Berapa jumlah tabungan kita? Jumlahnya bisa mengcover biaya transportasi, biaya penginapan, biaya makan dan sedikit uang untuk membeli oleh-oleh.

2. Mengenal Medan


Sebelum kita berangkat traveling, kita harus sedikit mengerti tentang medan yang akan kita tuju. Hal ini juga akan berpengaruh pada seberapa besar uang yang kita perlukan untuk melakukan perjalanan. Bagaimana cara kita untuk mengenal medan? Mudah sekali. Kita bisa membaca beberapa artikel di google mengenai tempat yang akan kita kunjungi. Bisa pula menanyakan pada teman yang pernah berkunjung ke sana.

Apa saja yang perlu ditanyakan? Banyak. Bagaimana alternatif transportasinya, bagaimana penginapannya, apakah kulinernya mahal atau tidak? Hal-hal tersebut harus kita ketahui untuk budget dana. Sebisa mungkin carilah semua akomodasi dan penginapan dengan harga yang minimal.

3. Menghindari Musim Liburan


Salah satu alasan naiknya biaya transportasi, hotel, bahkan tiket masuk lokasi ialah waktu liburan panjang. Seperti idul fitri, natal, tahun baru, dan liburan long weekend lainnya. Jika kita termasuk orang yang mempunyai waktu bebas, tidak terikat pada hari kerja, kuliah, atau sekolah, memilih traveling bukan di musim liburan merupakan alternatif menekan biaya.

Meskipun bukan liburan, objek yang akan kita kunjungi tetap saja sama seperti musim liburan. Hanya saja lebih sepi. Tapi justru itu akan jauh lebih kondusif untuk kita mengadakan traveling. Terutama jika tujuan traveling kita ialah study tour seperti pada situs-situs pra sejarah atau purbakala. Selain murah, kita akan lebih banyak waktu untuk memuaskan diri traveling karena tidak begitu ramai.

4. Membooking Jauh Hari


Memesan tiket pesawat atau hotel jauh-jauh hari akan memberi kita ruang untuk menekan biaya traveling. Banyak sekali promo pesawat yang bisa kita dapatkan jauh hari. Selain itu, harga sewa kamar hotel biasanya lebih murah saat kita memesan sebelumnya daripada tiba-tiba langsung pesan.
Kita bisa melihat beberapa situs di internet yang bisa membantu kita mencari hotel dan tiket pesawat dengan harga sangat murah namun tidak murahan. Oleh karena itu, kita memerlukan jadwal yang pasti jauh hari sebelum kita melakukan traveling. Terutama jika kita berencana traveling bersama beberapa teman.

5. Menjadi Backpacker


Ini mungkin salah satu cara traveling yang banyak dipilih orang karena terbukti sangat efektif. Dalam aktivitas backpacker, kita dituntut untuk bisa menemukan sarana transportasi dan penginapan dengan harga yang sangat miring. Maka dari itu, tiket perjalanan dan hotel kelas ekonomi sering kita pilih sebagai alternatif.
Bahkan ada yang lebih ekstrim daripada itu. Banyak kita jumpai para backpacker yang kadang tidur hanya di stasiun, di terminal, di masjid atau mushalla setempat, atau bahkan di SPBU. Tujuan mereka traveling memang sebagai sebuah kegiatan menyenangkan sekaligus menantang. Keinginan mereka untuk menjelajah berbagai tempat membuat mereka rela tidur di manapun dan naik bis atau pesawat dengan kelas ekonomi.

Di Indonesia, kegiatan backpacker hanya dilakukan oleh kaum minoritas. Sehingga, tidak banyak kesadaran warga yang mau menampung mereka tidur di rumahnya untuk sementara. Sekalipun ada, mungkin hanya sebatas pada penduduk sekitar tempat wisata yang sadar akan adanya komunitas para backpacker.
Beda dengan beberapa negara di dunia yang mempunyai banyak kaum backpacker. Seperti Thailand, Laos, Filipina, Perancis, Spanyol, dan berbagai negara lainnya. Karena mereka telah biasa melihat para backpacker, mereka akan senang hati menjamu dan mempersilahkan para aktivis backpacker tersebut untuk singgah dan menginap di rumahnya. Tentulah hal ini akan sangat membantu para backpacker untuk bisa mengadakan traveling dengan dana yang minim.

[Baca juga: 7 Tips Traveling hemat ala backpacker]

6. Kurangi Budget Belanja


Membeli oleh-oleh khas setempat merupakan salah satu hal yang tidak bisa dipisahkan saat kita pergi traveling. Namun, jika kita tidak mempunyai cukup budget untuk membeli oleh-oleh, sebaiknya jangan terlalu memaksakan untuk membelinya. Saat dana terbatas, alokasikan dulu untuk hal-hal yang lebih penting. Misalnya biaya transportasi, biaya penginapan, biaya masuk objek wisata, biaya makan dan minum selama melakukan treveling, dan biaya-biaya yang tidak bisa diduga sebelumnya. Misalnya biaya berobat jika tiba-tiba kita mengalami sakit di jalan.

7. Membawa Makanan Kecil Sendiri


Salah satu bentuk logistik yang harus dibawa ialah minuman atau makanan kecil seperti camilan. Untuk camilan dan air, memang banyak dijual di tempat wisata. Namun jika kita bisa membawanya sendiri dari rumah, itu akan jauh lebih hemat. Tentunya hanya sebatas kemampuan yang bisa bawa.
Misalnya, jika kita berencana melakukan traveling selama 5 hari. Tidak mungkin juga kita membawa air minum satu galon sebagai persiapan selama 5 hari dari rumah. Bawa saja semisal satu botol yang berisi 2 liter dan sedikit camilan yang tidak merepotkan. Lumayan bisa mengurangi sedikit alokasi dana untuk membeli air dan camilan. Karena sudah bisa dipastikan harga air dan camilan di tempat wisata akan lebih mahal jika dibandingkan yang dijual di warung sebelah rumah.

8. Traveling Sebagai Sebuah Pekerjaan

Mungkin para traveler awalnya traveling hanya sebatas hobi. Hobi mereka untuk mencari tempat sebagai tema fotography atau sebuah setting untuk membuat tulisan. Namun lama-lama hobi tersebut akhirnya menjadi sebuah pekerjaan. Dimana foto-foto dan tulisan-tulisan mereka dibeli oleh beberapa perusahaan tour dan travel sebagai salah satu sarana promosi usahanya.
Boleh dikatakan, ini merupakan salah satu cara untuk mengembalikan modal yang mereka keluarkan untuk melakukan traveling.Traveling yang awalnya menghabiskan uang, akhirnya justru menjadi sarana untuk mendapatkan uang. Inilah asyiknya menjadi seorang traveler. Bisa berpetualang ke banyak tempat sekaligus mendapat sponsor yang mendanai.
Advertisement
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar