8 Tips Sederhana untuk Orang Tua Dalam Mendidik Anak

8 Tips Sederhana untuk Orang Tua Dalam Mendidik Anak

[caption id="attachment_959" align="aligncenter" width="590"]Tips Mendidik Anak Tips Mendidik Anak (Ilustrasi/pixabay)[/caption]

Memiliki anak yang cerdas dan aktif memang menjadi harapan semua orangtua. Namun, apakah orangtua sudah mendidik anak mereka dengan cara yang benar? Terkadang orangtua justru melakukan beberapa kesalahan kecil yang terjadi berulang dan memberikan dampak negatif terhadap anak. Lalu adakah trik-trik yang bisa dilakukan oleh orangtua?

Inilah beberapa tips sederhana untuk orangtua dalam mendidik anak-anaknya.


1. Menggunakan pilihan kata yang positif


Orangtua seringkali melarang anaknya melakukan sesuatu dengan menggunakan kata “jangan”. Daripada menggunakan kata “jangan”, orangtua dianjurkan untuk menggunakan kata-kata yang sifatnya mengajak anak untuk melakukan hal yang positif. Kata jangan sendiri lebih sering menimbulkan reaksi tidak menyenangkan seperti rasa kesal, marah, kecewa, atau bahkan anak akan melawan.

Kata “jangan” memberikan gambaran bahwa perilaku yang dilakukan anak tersebut tidak disukai oleh orangtua dan anak-anak akan merasa kecewa karena hal tersebut. Selain itu, mengucapkan “jangan” tidak memberikan solusi yang jelas. Jika memang anak melakukan hal yang tidak seharusnya dilakukan, berikan penjelasan dengan cara yang lembut.

Tentu saja, anak akan lebih senang mendengar “ayo kita menggambar di buku gambar saja, nanti ibu akan memberikan pensil warna baru,” daripada “jangan mencoret-coret tembok!” Kalimat “kamu kan anak ibu yang paling baik,” tentu saja lebih enak didengar daripada “jangan nakal!”

2. Menggunakan sistem reward


Bagi orang dewasa, melakukan kegiatan seperti menulis, mengenakan pakaian, maupun menyisir rambut merupakan hal yang biasa dan mudah dilakukan. Bagaimana dengan anak-anak yang masih kecil? Tentu saja itu merupakan sebuah pencapaian yang bagus dalam perkembangan mereka.

Tidak ada salahnya bagi orangtua untuk berkata “terimakasih anak pintar” atau “hebat! Kamu sudah bisa mengancingkan baju sendiri!” Dengan cara yang tepat, pujian yang diberikan kepada seorang anak akan menumbuhkan rasa percaya diri yang berguna untuk pergaulan anak di masa mendatang. Selain itu jika anak mendapat ranking yang bagus di sekolah, tentunya Anda bisa memberikan reward yang lebih besar seperti membelikannya buku baru atau mengajaknya jalan-jalan.

3. Selalu memberikan penjelasan


Tentu orangtua memiliki kesibukan yang padat untuk bekerja maupun melakukan kegiatan yang lain. Namun, orangtua tetaplah memiliki tanggungjawab kepada seorang anak. Ingat, apakah anak memilih Anda untuk menjadi orangtuanya? Tidak. Itulah mengapa Anda harus bertanggungjawab atas pilihan Anda untuk memiliki buah hati.

Orangtua seringkali mudah marah, apalagi jika anak mereka tidak mengerti akan suatu hal. Selalu berikan penjelasan dengan sabar merupakan apa yang harus Anda lakukan. Anak-anak memang masih penuh dengan rasa ingin tahu, mereka tidak pernah bermaksud mengganggu Anda. Jadi, jika anak Anda mengganggu Anda dengan kegiatan atau pertanyaannya, tersenyumlah dan jawab mereka dengan kasih sayang.

4. Biarkan mereka menangis


Memang baik menjadi seseorang yang kuat dan tabah. Namun, menangis bukanlah hal yang harus dihindari seperti alergi. Mungkin, anak-anak menangis karena hal yang dianggap orang dewasa sebagai hal kecil seperti terjatuh dan sedikit memar atau luka. Tapi bagi mereka, bisa saja itu merupakan hal paling menyakitkan yang pernah mereka rasakan.

Peluk mereka dan biarkan mereka menangis. Karena saat sudah beranjak remaja, biasanya akan ada trauma dari alam bawah sadar mereka yang terus melarang mereka untuk menangis. Padahal, saat itu mereka mungkin saja mengalami hal yang sangat membebani pikiran mereka.

Ketika sejak kecil diajarkan bahwa menangis tidak boleh dilakukan, tentunya mereka akan menganggap bahwa itu merupakan hal yang memalukan apalagi saat mereka beranjak remaja. Menangis sebenarnya akan membantu mengurangi stres. Saat mereka benar-benar ingin menangis, biarkan mereka menangis dan pastikan Anda selalu ada untuk mereka.

5. Berbangga hatilah pada mereka!


Hal yang sangat tidak disukai oleh semua orang ialah ketika orangtua membandingkan mereka dengan orang lain. Bukan hanya akan membuat sang anak membenci orang yang dibandingkan dengan mereka atau bahkan orangtua mereka, tapi juga diri mereka sendiri. Dengan membandingkan kemampuan anak dengan anak lain hal itu akan menurunkan kepercayaan diri mereka. Mereka pun akan merasa tidak berharga.

Semua orang itu berharga dan istimewa dengan caranya masing-masing. Mungkin anak Anda tidak mendapatkan nilai akademik sebagus kawannya, tapi anak Anda hebat dalam bidang seni. Seorang anak pasti mempunyai bakatnya masing-masing dan Anda perlu berbangga padanya, apapun bakat yang dimilikinya. Dukung anak Anda dan katakan bahwa Anda bangga kepada mereka.

6. Berani meminta maaf


Kata “maaf” mungkin terdengar sepele namun agaknya sulit diungkapkan apalagi oleh orangtua kepada anak. Adanya ego dan harga diri yang tinggi tentunya membuat orangtua tidak ingin meminta maaf bahkan jika mereka melakukan kesalahan.

Seorang anak pastinya akan tumbuh, berkembang, dan belajar banyak hal. Ini mungkin saja terjadi ketika anak Anda akan mengingatkan Anda ketika melakukan kesalahan. Jika Anda tidak ingin mengatakan “maaf” ataupun “kamu benar” Anda bisa menggantinya dengan mengajaknya bermain bersama atau makan makanan yang dia suka.

7. Ajarkan hal-hal yang sederhana sehingga menjadi kebiasaan baik


Orangtua adalah guru pertama merupakan kata yang tepat untuk ini. Bagaimana pola pikir dan tingkah laku seorang anak tentunya merupakan hasil dari didikan orangtua. Tentunya, orangtua akan merasa senang jika anaknya menjadi seseorang yang berkepribadian baik.

Pada setiap kesempatan Anda bersama anak Anda, ajarkan hal-hal yang sederhana dan mudah untuk anak lakukan sehingga menjadi kebiasaan. Contohnya membuang sampah pada tempatnya, menggosok gigi dan mencuci kaki sebelum tidur, mengucapkan salam saat akan berangkat sekolah, makan dengan cara yang baik, meletakkan pakaian pada tempatnya setelah dipakai, dan lain-lain. Hal-hal seperti itu jika diajarkan sejak kecil akan membawa kebiasaan hingga dia dewasa, dan tentunya lebih mudah membangun karakter seorang anak saat ia kecil daripada ketika sudah dewasa.

8. Dengarkan penjelasan mereka


Banyak terjadi ketika orangtua merasa mengerti apa yang anak mereka inginkan. Itu akan membuat seorang anak menjadi marah dan kecewa. Bagaimana jika anak Anda menjadi korban bullying? Mungkin Anda akan mengatakan “jangan lemah dong! Gitu aja kalah, lawan mereka!” Dan ketika dia mengatakan bahwa Anda tidak mengerti yang dia rasakan, Anda mengatakan bahwa Anda mengerti benar.

Duduk bersama dan dengarkan penjelasan anak Anda. Akan baik jika orangtua mengerti bagaimana perasaan anak mereka, apa yang terjadi pada mereka, dan bagaimana mereka menjalani kehidupannya. Dengarkan, dan berhenti bertindak seperti Anda sudah bisa mengerti segalanya karena ada banyak tipe anak-anak. Mungkin anak Anda kuat, mungkin dia tertutup, mungkin dia mengalami ketakutan tertentu. Luangkan waktu, dan sekali lagi, dengarkan mereka.

Membesarkan seorang anak tentunya memberikan kebahagiaan bagi orangtua. Namun, tidak sedikit orangtua yang kurang bersabar atau terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Pada dasarnya, semua orang ingin bahagia tidak terkecuali anak-anak. Berkomunikasi dengan kasih sayang pada mereka merupakan inti dari tips sederhana untuk orangtua dalam mendidik anak kali ini. Semoga bermanfaat
Advertisement
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar