8 Tips Agar Tidak Tidur di Kelas

8 Tips Agar Tidak Tidur di Kelas

Tidur di kelas sudah menjadi masalah biasa bagi para guru. Bahkan tak sedikit dari guru yang sudah tidak memperdulikannya. Seolah budaya ini sengaja dihadirkan sebagai racun dalam dunia pendidikan Indonesia. Bukan hanya di sekolah, mahasiswa pun turut mengambil andil dalam kejahatan terhormat itu. Bagi mereka, itu merupakan sebuah kebebasan diri. Melarangnya, berarti memenjarakan hak asasi manusia.

Memang, tidur merupakan hak setiap manusia yang bernyawa di muka bumi ini. Tapi, apa anda akan dibiarkan tidur di jalanan? Atau mendengkur di kantor dan pusat pembelanjaan? Ini sangat tidak adil bagi manusia lain yang berbeda karakter dengan anda. Tentunya, etika dalam tidur pun harus sangat diperhatikan. Kesopanan dan kedisiplinan merupakan cermin karakter seseorang.

Merubah kebiasaan tidur yang bukan di tempatnya tidaklah mudah. Guru atau dosen memerlukan tenaga dan kesabaran ekstra untuk menghadapi siswa dan mahasiswa yang memiliki karakter seperti ini. Beberapa tips yang dapat dijadikan sebagai referensi untuk mengatasi kebiasaan buruk tersebut adalah:

8 Tips Agar Tidak Tidur di Kelas


[caption id="attachment_968" align="aligncenter" width="590"]Agar tidak tidur di kelas Agar tidak tidur di kelas (Ilustrasi/pixabay)[/caption]

1. Kelas Harus Bersih


Salah satu penyebab siswa tidur di kelas ialah kelas yang kotor dan kursi yang tak beraturan. Jika kondisi seperti ini terjadi, jangankan siswa, guru pun akan mengantuk. Kondisi kelas yang kotor menjadikan kenyamanan dalam belajar semakin tidak efektif. Oleh karena itu, mintalah setiap siswa yang piket untuk membersihkan kelas saat pulang sekolah. Sehingga keesokan paginya, kelas sudah bersih dan nyaman. Berikan sedikit pengharum ruangan jika diperlukan.

Namun tak mudah menerapkan metode itu pada anak-anak. Terutama anak-anak yang terbilang masih sangat belia. Mereka cenderung bermain-main. Masalah seperti ini sering terjadi di kelas. Maka, berikan mereka tanggung jawab untuk membersihkan kelas, minimal di bawah meja masing-masing. Berikan sedikit hukuman jika di bawah meja terdapat sampah, misalnya scoth jump sebanyak 10 kali. Hukuman seperti ini terbilang ampuh untuk membentuk karakter siswa menjadi lebih baik.

2. Berikan Motivasi


Seringkali anak-anak larut dalam dunianya sendiri. Mereka seolah hidup dalam alam yang berbeda. Asik dengan mainan dan alam imajinasi yang mereka ciptakan sendiri. Oleh karena itu, seorang guru harus sabar dan terus memberi motivasi. Berikan pengarahan mengapa tidur dalam kelas sangat tidak baik. Beberapa contoh mungkin cukup menggugah hati mereka. Memang, sifatnya hanya sementara. Tapi yakinlah, rutinitas tersebut akan memberi dampak positif.

Selain itu, berikan juga sedikit pencerahan tentang cita-cita mereka dan orang tua mereka. Dimana orang tua menggantungkan harapan terbesar kepada anak-anaknya. Biasanya anak-anak akan lebih mengerti. Dengan begitu, budaya tidur dalam kelas akan dipahami sebagai salah satu sikap yang akan menghambat cita-cita mereka dan harapan kedua orang tua.

3. Duduk dengan Posisi Tegak.


Posisi duduk juga mempengaruhi terhadap keinginan tidur atau tidak. Kebanyakan siswa menulis dengan posisi merebahkan wajah di atas lengan kiri, atau bahkan langsung menyentuh meja. Posisi dagu menyentuh meja juga mengakibatkan ngantuk. Biasakanlah duduk tegak dan sopan agar tercipta semangat. Selain itu, duduk tegak juga dapat membantu siswa dari penyakit punggung. Punggung yang selalu membungkuk saat menulis menjadi salah satu sebab timbulnya berbagai jenis penyakit. Tentunya ini sangat tidak diinginkan, baik oleh siswa atau orang-orang di sekitarnya. Mintalah para siswa untuk duduk tegak, dan berikan informasi dan kegunaan duduk tegak saat sedang menulis.

Menulis merupakan aktivitas rutin para siswa. Bertahun-tahun mereka akan menulis di sekolah. Mulai dari sekolah dasar, menengah pertama, menengah atas, bahkan di universitas. Tentunya budaya menulis yang terlalu membungkuk sangat berpengaruh terhadap perkembangan tulang punggung. Dikhawatirkan akan terjadi akibat buruk di masa depan jika dibiarkan dan dianggap sebagai masalah sepele.

4. Berdiri


Jika siswa merasa ngantuk, mintalah mereka untuk berdiri di tempat duduk masing-masing. Berdiri dapat mengatasi rasa mengantuk tersebut. Hasil pengamatan di salah satu Sekolah Menengah Pertama, siswa dapat mengatasi rasa ngantuknya sendiri dengan berdiri. Aplikasikan hal tersebut sebagai peraturan bagi siswa yang mengantuk. Dengan cara tersebut, siswa dapat mengatasi rasa ngantuknya dengan mudah.

5. Mencuci Muka


Jika point 4 tidak berkerja dengan baik, maka berikan sedikit waktu bagi siswa untuk mencuci muka di kamar mandi. Tapi ingat, berikan sedikit limit atau batas waktu tertentu. Hal ini untuk mencegah mereka tidak bermain-main di luar kelas atau malah tidur di kelas lain.

6. Aktif dalam Kelas


Ciptakan suasana kelas yang hidup. Suasana kelas yang hidup diyakini dapat mengatasi rasa ngantuk. Tapi jika belajar-mengajar dilakukan secara monoton, maka rasa ngantuk pun seketika datang. Suasana aktif dalam kelas sangat dibutuhkan, karena kelas yang aktif akan menghasilkan siswa yang produktif. Guru harus menghidupkan kelas dengan berbagai kegiatan tanya-jawab. Sehingga siswa tidak akan jenuh dengan materi yang diberikan. Jika dibutuhkan, berikan juga tugas kelompok. Tugas kelompok menciptakan keakraban dan peningkatan pengetahuan dengan cara saling berbagi. Lalu layangkan berbagai pertanyaan dari satu kelompok kepada kelompok yang lain sebagai penilaian. Cara ini juga dapat diterapkan dalam semua mata pelajaran. Metode-metode kreatif lainnya juga dibutuhkan dalam pengembangan otak anak menjadi lebih berpotensial.

7. Guru Tetap di Kelas


Jika kelas tidak diawasi guru secara terus-menerus, maka siswa akan kembali menciptakan dunianya sendiri. Ribut, berkelahi bahkan tidur seringkali terjadi saat guru tidak berada di kelas. Keberadaan guru sangat berpengaruh terhadap kegiatan belajar-mengajar.

Seringkali dilihat, guru hanya memberi catatan dari buku panduan, kemudian keluar dari kelas. Sistem mengajar seperti ini tidak akan memberi kemajuan. Siswa akan semakin berani melakukan aksinya. Karena ia menganggap guru tersebut kurang berkualitas. Mereka berpikir guru yang tidak pintar, tidak harus dihormati. Apalagi jika guru tersebut tidak berada di dalam kelas. Mereka lebih leluasa untuk tidur. Jadi, guru memegang peranan penting dalam mengatasi berbagai kelakuan buruk siswa.

8. Diterapkan Oleh Semua Guru


Jika peraturan atau cara yang telah disepakati untuk mengatasi siswa yang tidur tersebut hanya dilaksanakan oleh satu atau dua guru saja, maka peraturan tersebut hanya menjadi topeng belaka. Siswa tidak akan memperdulikan peraturan yang diciptakan oleh pemimpin yang juga bermain-main dengan peraturan yang dibuatnya. Oleh karena itu, dibutuhkan musyawarah antara sesama guru untuk mengambil keputusan terbaik.

Semua peraturan yang diterapkan di sekolah selalu bertujuan demi kebaikan siswa dan guru. Namun, setiap peraturan tidak selalu mampu ditaati setiap siswa. Sehingga selalu dipersiapkan konsekwensi dalam bentuk hukuman sebagai ganjaran atas setiap peraturan yang dilanggar. Tapi tak hanya itu, dibutuhkan pula inovasi baru untuk menangani penyebab pelanggaran tersebut.

Demikianlah 8 Tips Agar Tidak Tidur di Kelas, semoga bermanfaat.
Advertisement
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar