6 Tips Membuat Lebih Percaya Diri

6 Tips Membuat Lebih Percaya Diri

Hei teman! Apa yang kamu rasakan ketika hatimu tidak percaya pada dirimu sendiri? Setidaknya, ada banyak perasaan berkecamuk dalam hatimu setiap kali kamu merasa kurang mempercayai dirimu sendiri. Perasaan-perasaan buruk itu normal kok. Tapi, kalau kalian bisa lebih percaya pada dirimu sendiri, kenapa harus membiarkan perasaan-perasaan semacam itu berkeliaran dalam hatimu? 6 hal berikut akan membuka wawasanmu soal menjadi orang yang lebih percaya pada diri sendiri.

[caption id="attachment_1060" align="aligncenter" width="590"]Tips agar lebih percaya diri Tips agar lebih percaya diri (Ilustrasi/pixabay)[/caption]

1. Tepati janji pada dirimu sendiri! Target oh target!


Kamu tahu kan, menjadi orang yang konsisten itu dipercaya oleh orang lain. Nah, begitu juga dengan hatimu sendiri. Hatimu tidak bisa ditipu. Kalau kamu berniat menjelma jadi orang yang konsisten minimal terhadap target-targetmu sendiri, lama-kelamaan hatimu benar-benar akan mempercayai kemampuan dirimu sendiri.

Gini deh, andai malam ini kamu menargetkan akan menyelesaikan 2 tugasmu sekaligus, tepati janjimu pada dirimu sendiri. Atau kamu berjanji pada dirimu sendiri untuk mengikuti minimal 5 lomba menulis di media massa setiap bulannya, laksanakan dan tepati. Lakukan dan penuhi targetmu karena kamu sudah terlanjur berjanji pada dirimu sendiri. Terus begitu dan pertahankanlah kebiasaan yang satu itu. Ingat ya, setiap kali dirimu berhasil menyelesaikan targetmu sendiri dengan baik dan tepat waktu, lama-kelamaan hatimu tahu kalau dirimu memang bisa diandalkan. Lama-kelamaan hatimu jadi sangat percaya pada kemampuan dirimu sendiri yang selalu konsisten. Oh ya, tapi jangan pernah lupakan satu hal, targetmu harus tetap realistik dan sesuai kemampuanmu ya. Kamu tahu kan, satu-satunya orang yang tahu tentang dirimu sendiri ya cuma kamu. Kamu yang tahu sejauh mana kemampuanmu, kelebihanmu, dan kekuranganmu sendiri. Jangan sampai kamu tidak berhasil menyelesaikan targetmu hanya karena menetapkan target yang terlalu tinggi dan tidak realistik untuk dirimu sendiri. Itu konyol, karena imbasnya akan mengguncangkan kepercayaan dirimu.

2. Pikiran negatif, no way!


Kamu ini anak muda, dan anak muda pantang hukumnya untuk terbiasa berpikiran negatif. Ringkasnya begini, kamu mau mencoba sesuatu, tapi kamu takut gagal. Kamu ingin keluar dari zona nyamanmu, tapi kamu ragu. Kamu ingin memenuhi target yang menantang, tapi kamu takut tidak mampu. Nah, kalau pikiran semacam itu terus berkeliaran dalam hidupmu, mau sampai kapan dong kamu berhasil membuktikan pada dunia kalau kamu bisa? Kuncinya, keberhasilanmu juga menentukan rasa percaya pada dirimu sendiri lho. Andai kamu berhasil, kamu bakal lebih mempercayai kemampuanmu sendiri. Kamu berhasil lagi, rasanya kamu memang punya kemampuan yang baik. Dan berhasil sekali lagi, oke, kepercayaanmu terhadap dirimu sendiri akan benar-benar terbentuk. Tapi kamu tahu kan, setiap keberhasilan tidak pernah terlepas dari yang namanya mau mencoba. Tidak ada keberhasilan yang datang seorang diri tanpa karakter mau mencoba. Benar?

3. Selalu lakukan yang terbaik!


Setiap kesempatan, kamu harus selalu melakukan yang terbaik untuk hidupmu. Setiap usaha, maksimalkan semua kemampuanmu untuk memberi yang terbaik. Dan setiap hal, lakukan secara totalitas. Kalau itu semua kamu lakukan, lihat sendiri hasilnya—orang-orang akan mengenalmu sebagai pribadi hebat yang selalu melakukan semuanya dengan baik. Dengan begitu, otomatis konsep dirimu terbentuk sebagai seseorang yang selalu mampu melaksanakan banyak hal dengan hasil maksimal. Kalau sudah begitu, tahu sendiri kan dampaknya? Kamu tentu akan selalu tampil dengan rasa percaya diri yang cukup karena usahamu sendiri. Dengan kata lain, konsep diri yang baik selalu lahir dari karakter totalitas.

4. Kamu pasti punya sesuatu!


Percaya gak, setiap orang punya sesuatu yang kemudian disebut talenta. Percaya kan? Ya dong, Tuhan sudah kasih talenta yang berbeda-beda ke dalam diri setiap orang. Tugasmu mudah—kamu harus mengerti tentang dirimu sendiri, lalu kenali talentamu. Dari situ lalu mulailah mengasah hal tersebut. Ingat ya, talenta yang tidak terasah tidak akan membuahkan apa-apa. Percaya deh. Kamu suka menulis tapi tidak pernah berlatih? Kamu hobi menggambar tapi tidak pernah mempraktekkannya? Kamu cinta menyanyi tapi tidak pernah mengasahnya? Itu sih sama aja bohong. Talentamu akan berhenti sampai di situ dan tidak pernah akan berkembang. Talenta yang tidak berkembang akan menjadikanmu sama seperti orang-orang lain yang tidak punya bakat di bidang sepertimu. Tapi, sebaliknya, kalau talentamu terasah dengan baik, kamu bakal lebih menonjol di satu bidang tersebut dibandingkan dengan orang lain. Nah, hal yang demikian yang akan membuat rasa kepercayaan dirimu terasah dengan baik. Setiap orang yang punya sesuatu, pasti bangga terhadap dirinya kan?

5. Hello Friends!


Orang yang percaya diri akan bersikap luwes dalam pergaulan sosial, benar kan? Entah disadari atau tidak, pergaulan yang luas akan membantumu mencapai kepercayaan diri yang lebih baik karena perkumpulan teman-temanmu bisa menjadi salah satu wadah untuk mengembangkan diri. Bersama mereka, kamu bisa bertukar pikiran, membagi masalah, menyelesaikan sesuatu, dan mengembangkan diri. Pengembangan diri yang baik, misalnya belajar cara menyikapi sesuatu, sudut pandang yang lebih baik, dan menyadari kelemahan serta kelebihan dalam dirimu akan membuatmu tampil seperti orang dewasa yang lebih matang ketimbang mereka dengan pergaulan sosial yang sempit. Jadi, mulai dari hari ini, ayo, rentangkan tangan dan katakan “Hello, Friends!”. Bergaullah dengan semakin banyak orang, belajar lebih banyak lagi tentang kehidupan dari perkumpulan teman-teman terbaik, dan siapkan dirimu menjadi sosok yang lebih mengagumkan dengan lebih percaya diri. Oh, iya, omong-omong, jangan melupakan satu hal. Walaupun kamu memang harus memiliki pergaulan sosial yang luas untuk menunjang pertumbuhan pribadimu, tetap saja, kamu harus punya perkumpulan teman-teman yang ‘positif’. Positif di sini mengacu pada kepribadian dan kebiasaan mereka. Karena perkumpulan yang negatif justru akan merusak mentalmu sendiri. Selamat berkawan dan selamat berkembang!

6. Gak peduli tuh!


Ada kalanya, kita memang harus menutup telinga, khusus terhadap komentar-komentar negatif yang dilontarkan orang untuk menjatuhkan kita. Mungkin, maksud mereka tidak seburuk itu. Mungkin, mereka tidak menyadari kalau kalimatnya terlalu menjatuhkan. Mungkin, mereka berkata demikian dan satu menit kemudian sudah melupakan hal itu. Tapi, buat kita, hal itu berdampak lumayan terhadap kepercayaan diri. Kalau sudah tahu begitu, sudah waktunya deh kita say hello to negative comment! Iya kan? Untuk apa mengurusi hal-hal lain yang menjatuhkan, padahal semakin dewasa kita harus menghadapi banyak hal yang menuntut kepercayaan diri? Jangan membuang waktu untuk memikirkan hal-hal negatif yang dilontarkan orang. Itu cuma akan memperburuk kepercayaan dirimu saja. Begitu mendengar komentar negatif, cukup tersenyum dan katakan terima kasih atas masukannya. Tugasmu sederhana kok, menyaring komentar negatif itu menjadi berita bermakna yang bisa kamu gunakan untuk memperbaiki lagi kualitas hidupmu.
Advertisement
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar