6 Tips Berinteraksi Dengan Orang Baru

6 Tips Berinteraksi Dengan Orang Baru

Tak bisa dipungkiri bahwa manusia memang pada hakikatnya merupakan makhluk sosial, dimana manusia tidak bisa hidup sendiri melainkan butuh orang lain. Kepribadian dalam setiap manusia juga berbeda, dalam ilmu psikologi terdapat paling tidak dua macam tipe kepribadian manusia yaitu introvert, ekstrovert dan ambivert. Salah satu dari ketiga tipe kepribadian manusia ini pasti melekat dalam diri manusia. Introvert adalah istilah untuk manusia yang memiliki sifat tertutup pada lingkungan sekitar, individualis, pemalu bahkan beberapa diantaranya anti-sosial. Tipe kepribadian yang selanjutnya adalah ekstrovert yaitu tipe kepribadian yang secara garis besar memiliki sifat terbuka, dan juga mudah bergaul. Sedangkan ambivert adalah penggabungan antara introvert dengan ekstrovert dimana terkadang ia memiliki sifat tertutup pada orang lain namun juga terkadang ia memiliki sifat terbuka dengan siapapun. Dari berbagai macam tipe kepribadian tersebut berikut adalah beberapa tips mengenai cara berinteraksi dengan orang yang baru kita kenal :

6 Tips Berinteraksi Dengan Orang Baru


[caption id="attachment_974" align="aligncenter" width="590"]Cara berinteraksi dengan orang baru Cara berinteraksi dengan orang baru (Ilustrasi/pixabay)[/caption]

  1. Singkirkan sifat individualis.


Salah satu yang menjadi penghambat terbesar dalam berinteraksi dengan orang yang baru kita kenal adalah perasaan bahwa manusia bisa hidup tanpa orang lain atau dengan kata lain individualis. Individualistis ini justru akan membuat kita kehilangan banyak kesempatan untuk berkenalan dengan orang baru yang akan mendatangkan berbagai manfaat pada diri kita. Seperti jika kita mengalami masalah pada ban mobil atau motor kita di malam hari dan tidak ada satupun teman kita yang bisa membantu maka kita bisa meminta tolong kepada orang yang ada di sekitar untuk paling tidak sekedar bertanya bengkel terdekat berada di mana.

  1. Tanamkan prinsip roda berputar pada diri kita.


Kita semua pasti tahu bahwa filosofi roda yang berputar terdapat pada kehidupan manusia dimana kita tidak akan selamanya berada di atas namun juga kita akan mengalami fase dimana kita berada di bawah. Memiliki banyak kerabat atau rekan juga tidak selamanya membuat kita berada di atas namun kehadiran mereka akan membuat kita tidak terpuruk ketika sedang jatuh. Bayangkan ketika kita merasa sedih karena biasanya nilai yang kita dapatkan di sekolah maupun di perguruan tinggi selalu bagus namun tiba-tiba kita mendapatkan nilai yang kurang memuaskan karena kita kurang belajar dan tiba-tiba rekan kita datang untuk memotivasi kita dan mengadakan belajar bersama yang akan membuat kita bangkit kembali.

  1. Mulailah percakapan.


Salah satu cara yang paling efektif untuk dapat berinteraksi dengan orang baru ialah dengan cara menanyakan suatu hal yang semua orang membutuhkannya seperti bertanya waktu, menanyakan tujuan angkutan umum, dan sebagainya. Gunakan etika kesopanan ketika kita bertanya hal-hal tersebut kepada orang lain karena orang cenderung memandang kita negatif ketika kita bertanya dengan cara yang tidak sopan sehingga berdampak pada enggannya orang tersebut untuk berinteraksi lebih lanjut dengan kita.

  1. Hangatkan pembicaraan.


Setelah kita mendapatkan seseorang yang terbuka dengan kita, langkah selanjutnya ialah membuat obrolan menjadi hangat. Seorang peneliti justru akan mendapatkan responden yang akan memberikan segala informasi tanpa harus ditanya karena responden telah merasa nyaman dengan obrolan hangat yang sedang berlangsung. Contoh tersebut dapat dijadikan patokan bahwa seseorang akan lebih terbuka dengan kita ketika mereka sudah merasa nyaman dengan kita dengan begitu proses interaksi pun akan beranjak menjadi lebih baik dan dapat dikatakan sebagai relasi.

  1. Miliki perasaan yang sama.


Dalam ilmu sosiologi terdapat istilah patembayan dan paguyuban dimana patembayan berarti kerumunan secara masal seperti terjadinya kecelakaan dan orang berkumpul untuk melihat sang korban. Sedangkan paguyuban sendiri berarti sebuah perkumpulan yang memiliki kesamaan tujuan, perasaan senasib seperjuangan dan identik dengan rasa kebersamaan. Dengan cara memposisikan perasaan yang sama dengan orang baru akan membuat orang tersebut merasa bahwa kita juga memiliki nasib yang sama sehingga rasa kebersamaan pun akan terjalin.

  1. Buatlah persamaan.


Interaksi akan lebih berkualitas jika kita dan orang yang baru kita kenal sama-sama mendapatkan keuntungan. Untuk mendapatkan hal tersebut kita perlu melakukan suatu hal yang dapat membuat interaksi tersebut dapat berlanjut diantaranya dengan cara membuat persamaan. Contoh sederhananya ialah jika kita berinteraksi dengan orang yang memiliki hobi bermain musik maka kita bisa memberitahu orang tersebut bahwa kita juga memiliki hobi yang sama, setelah itu ajaklah sesekali orang tersebut untuk bermain musik bersama di sanalah simbiosis mutualisme akan terjalin.

Modernisasi tidak sepenuhnya memberikan dampak positif bagi manusia. Banyak sekali fenomena masyarakat yang menunjukkan sikap individualistis sebagai dampak negatif dari modernisasi seperti mereka lebih asyik menggunakan smartphone atau gadget mereka. Fenomena tersebut akan merusak hakikat dari manusia sebagai makhluk sosial. Kita pasti sering merasa terusik dengan orang-orang yang begitu asyik dengan smartphone mereka sampai-sampai mereka tidak peduli dengan orang-orang di sekitar mereka yang sebenarnya menjadi peluang mereka untuk mendapatkan sebuah keuntungan dari berbagai sisi. Seiring perkembangan zaman, sikap individualistis juga cenderung melahirkan sikap apatis yang tentunya akan sangat berbahaya bagi kehidupan sosial manusia secara menyeluruh. Bahkan ada anggapan bahwa nantinya kita akan menggali kuburan kita sendiri jika kita mati. Anggapan tersebut merupakan cerminan parahnya kehidupan sosial masyarakat yang sekarang ini terjadi.

Mulailah berinteraksi dengan orang-orang baru maka banyak peluang keuntungan tak pernah kita duga yang akan menghampiri kita. Terkadang sikap individualis memang membuat kita merasa lebih nyaman, tetapi sikap individualis tidak akan pernah bisa membuat kita merasa baik. Semoga bermanfaat.
Advertisement
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar