14 Tips Mendidik Anak

14 Tips Mendidik Anak

Mendidik buah hati adalah membentuk karakter, membentuk perilaku. Perlu disadari bahwa, perilaku pikiran itu adalah perwujudan dari hati. Bahkan hati sering disebut sebagai sumber kehidupan. Berbicara masalah anak, masa kanak-kanak merupakan masa yang sangat menyenangkan. Dimana pada masa kanak-kanak ini merupakan masa yang bisa dibilang ajang penentuan bakat, karakter, pola, tingkah laku.

Kenapa anak nakal membuat perhatian ? Kenapa anak nakal sering memberontak ? Jawabannya mungkin karena pernah dilecehkan, dikecewakan atau bahkan tidak ada yang peduli sama mereka. Sebenarnya kalau membetulkan perilaku, yang diperbaiki ialah hatinya, bukan membuat peraturan-peraturan, sentuhlah hati dengan hati. Ketika kita menyentuh hati dari anak yang nakal, maka perilakunya juga akan ikut berubah. Ketika manusia bahagia, maka perilakunya berubah.

Berikut adalah tips dalam mendidik anak :


[caption id="attachment_963" align="aligncenter" width="590"]Tips mendidik anak Tips mendidik anak (Ilustrasi/pixabay)[/caption]

1. Memenuhi kebutuhannya.


Kebutuhan untuk diterima, dicintai, disentuh, memberikan pujian kepada anak-anak. Pujian diberikan pada saat anak-anak membuat suatu kebaikan, walaupun dia membuat suatu kebaikan itu sedikit saja seperti bangun pagi, rajin mengaji, membagikan jajannya dan lain-lain. Pujian harus lebih banyak diberikan dibandingkan dengan menegur dan menyalahkan sang anak.

2. Menasihati atau perhatian yang diwujudkan dengan perhatian.


Anak malu bergaul, pasti ada akarnya, yaitu minder. Cara menghilangkan minder ini yaitu dengan menggambarkan diri sang anak tersebut. Sebagai orang tua harus bisa melihat sisi positif atau kebaikan yang ada pada sang anak, pujilah kebaikan yang ada pada dirinya. Mislanya : sang anak tidak mendapatkan nilai yang memuaskan di sekolah, maka pujilah ia dengan kata-kata yang halus “kamu hebat nak, kamu bisa dapat nilai ini karena kejujuran, tidak menyontek”. Dengan begitu sang anak akan tumbuh dalam pikirannya kalau dirinya adalah anak yang jujur.

3. Ajari sang anak keterampilan bergaul terutama tersenyum.


Karena dengan tersenyum akan memberikan kesan bahwa dia menerima orang lain, apa lagi kalau senyumnya dibalas oleh orang atau anak lain maka anak tersebut merasa diterima oleh orang lain.

4. Ajari sang anak berbagi dengan sesama.


Anak tidak pandai bergaul kadang disebabkan oleh sifat pelit atau tidak pernah berbagi. Dengan mengajari sang anak berbagi kepada teman-temannya, maka akan memperbanyak dan akan disenangi, bahkan musuh bisa menjadi teman.

5. Ajari sang anak “gantian”.


Misalnya pada saat main game, main perosotan, main ayunan dan main yang lainnya, ajari sang anak untuk memberikan kesempatan kepada anak lain, sehingga tidak terkesan mau main sendiri. Kalau sifat anak yang tidak mau gantian dengan teman-temannya dengan sendirinya akan dijauhi oleh anak-anak yang lain.

6. Ajari sang anak untuk mendengarkan.


Biasanya, sang anak bahkan orang dewasa yang bisa menjadi pendengar yang baik dan memberikan komentar atau nasihat yang positif, maka dengan begitu akan disenangi oleh teman-temannya

7. Latih sang anak bergaul dengan anak lain yang sesuai dengan bakat, minat, satu talenta.


Jangan dipaksakan sang anak harus bergaul dengan siapa, misanya dengan si A, si B atau si C. Karena kalau dipaksakan malah akan membuatnya menjadi tidak semangat.

8. Mengendalikan kesenangan anak sebagai alat motivasi.


Justru kalau melarang kesenangan anak bisa menyebabkan sang anak akan memusuhi orang tuanya. Contoh : anak terlalu sibuk dengan kesenangan gadget, tanpa bersosialisasi atau belajar. Suruh sang anak tersebut bermain-main dulu dengan anak tetangga atau membantu tetangga yang sedang melakukan kegiatan, setelah itu bisa main gadget. Begitu juga dengan pada waktu belajar, katakan kepada sang anak untuk belajar terlebih dahulu, seperti mengerjakan PR atau membaca, setelah itu baru bisa memainkan gadgetnya. Yang penting harus diperhatikan yaitu “ISI” dari gadget tersebut, dengan isi gadget yang baik, terlebih lagi tentang rohani, maka disini akan membentuk karakter anak yang sangat bagus yang dapat diambil secara tidak langsung dari orang tua.

9. Jangan bereaksi berlebihan pada saat ada anak yang mengadu.


Orang tua terkadang kalau ada anaknya yang mengadu bahwa anak ini, anak itu, sudah memukulinya atau menyakitinya akan bereaksi berlebihan, apakah itu dengan memarahi anaknya atau memukul anaknya, atau bahkan memarahai anak yang menyakiti anaknya. Justru dengan reaksi yang berlebihan seperti ini akan membuat mental anak tidak mau bergaul lagi karena takut. Sebagai orang tua yang baik, untuk menangani masalah seperti ini harus bijaksana, memberikan pengarahan yang baik, dengan kata-kata yang sopan. Serta ada pakar yang bilang bahwa sebagai orang tua jangan terlalu menyelesaikan permasalahan sang anak, karena akan berpengaruh pada kemandirian sang anak.

10. Mendorong anak untuk gemar membaca.


Biasanya orang tua akan mengajak anak pergi berekreasi ke pantai atau tempat-tempat yang lainnya, hal ini sudah lumrah dilakukan. Tapi sekali-kali ajaklah anak ke toko buku, memperlihatkan buku atau gambar kesukaannya. Kalau bisa di rumah pun harus sering diajak bermain menyusun gambar, memperlihatkan huruf-huruf atau angka-angka.

11. Bangunlah beberapa kebiasaan dalam keluarga.


Misalnya makan malam atau saat sarapan. Manfaatkan kesempatan ini bercerita atau berkomunikasi dengan keluarga, apakah itu dengan anak, isteri, suami. Hal-hal yang berbau teknologi seperti HP, gadget dan lainnya usahakan ditaruh dulu di kamar, disilent bahkan kalau perlu di offline. Karena dengan komunikasi akan meningkatkan keharmonisan dalam keluarga serta mendidik anak untuk bersosialisasi.

12. Liburan keluarga.


Liburan tidak harus mahal atau bahkan sampai ke luar negeri atau ke taman-taman yang mewah. Pergi ke kebun teh, ke pantai, atau pun ke gunung merupakan alternatif lain, yang penting satu keluarga bisa berkumpul bersama.

13. Orang tua yang menjumpai anaknya menyebutkan kata sia-sia atau bahkan kata-kata kotor, “jangan diabaikan”.


Langsung nasihati anak tersebut dengan kata-kata yang halus dan sopan, bahwa kata-kata tersebut tidak sepantasnya untuk diucapkan. Orang tua yang mengabaikan anaknya yang mengucapkan kata-kata kotor atau kata yang sia-sia justru akan membuat perkembangan anak tersebut menjadi buruk, baik itu dari segi moral maupun dalam lingkungannya.

14. Jangan fokus kepada kekurangan anak, tapi fokuslah pada kelebihan sang anak.


Itulah beberapa tips mendidik anak yang mungkin bisa dipraktekkan dalam kehidupan sehari sehari. Semoga bermanfaat.
Advertisement
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar