Anda orang baru yang ingin menjalin banyak relasi? Lakukan 6 hal ini!

Anda orang baru yang ingin menjalin banyak relasi? Lakukan 6 hal ini!

Membangun sebuah relasi yang baik dengan banyak orang merupakan hal yang sangat krusial saat ini, di manapun dan kapanpun. Karena memang pada hakikatnya manusia memiliki naluri “Gregariousness”  atau keinginan untuk selalu hidup bersama banyak orang. Relasi yang banyak juga memberi kita keuntungan seperti mudahnya mendapat jalan ke suatu hal dan berbagai pengalaman baru. Namun ada kalanya seseorang yang ingin membangun relasi baru dengan orang lain menemui hambatan-hambatan tertentu, entah itu dari dalam maupun dari luar, sehingga relasi yang awalnya ingin dibangun dengan sempurna dan ideal tidak jadi terbentuk dengan  baik bahkan seringkali disertai konflik. Hambatan-hambatan tersebut seperti misal perbedaan pandangan / pikiran, ketidakcocokan sifat hingga perbedaan ekspektasi pada orang lain dengan realita yang ada.

Hal-hal semacam ini tentu perlu diatasi jika ingin tetap menjalin relasi dengan banyak orang khususnya jika kita adalah orang baru di lingkungan yang baru, semisal relasi di kantor, relasi dengan senior dan teman kuliah / teman sekolah, atau kolega-kolega bisnis. Simak tips-tips berikut yang mungkin bisa anda gunakan untuk membangun sebuah relasi yang baik dengan orang-orang baru.

6 Cara membangun sebuah relasi baru yang baik


[caption id="attachment_856" align="aligncenter" width="590"]Cara membangun relasi baru Cara membangun relasi baru (Ilustrasi/pixabay)[/caption]

1.      Kenali setiap orang yang baru anda temui.

Hampir semua manusia di dunia memiliki kecenderungan untuk berorientasi pada dirinya terlebih dahulu (self) atau disebut dengan egosentrisme. Kecenderungan ini membuat setiap orang memiliki tendensi untuk “dikenal” oleh orang lain. Melihat tendensi ini sebagai orang baru di lingkungan yang baru juga alangkah baiknya jika kita mencoba untuk mengingat setiap nama dan wajah orang-orang yang baru kita  kenal. Hal ini secara tidak langsung akan membuat orang lain merasa senang ketika bertemu dengan kita. Awalnya mungkin sulit, namun untuk memulai anda bisa mengingat hal unik / ciri khas yang identik dengan orang tersebut baru kaitkanlah dengan namanya. Atau jika perlu tulis nama-nama orang yang anda kenal, lalu hafalkan dengan menyebut 2-3 kali nama tersebut sambil membayangkan wajahnya, hal ini akan mempercepat kita dalam mentransfer memori jangka pendek tersebut agar bertahan lebih lama di ingatan kita.

2.      Buatlah semua orang merasa sebagai orang yang “penting”.

Coba bayangkan, suatu ketika anda sedang berlibur dan menginap di sebuah penginapan, pertama kali anda datang anda disambut dengan begitu ramah oleh seorang pelayan di sana. Pelayan tersebut melayani anda dengan sangat baik dan menghormati anda dan anda membalasnya dengan sikap yang sama ramahnya. Tiga minggu kemudian ketika anda  berlibur dan menginap di penginapan yang sama, pelayan tadi masih mengingat jelas bahwa anda pernah menginap di situ sebelumnya dan bahkan dia ingat siapa nama anda. Bagaimana reaksi anda? Tentu sangat senang bukan? Jauh di dalam pikiran bawah sadar anda, anda berpikir “Siapa aku? Apakah aku penting dan berarti hingga masih diingat”, alhasil anda pun juga jadi terngiang-ngiang oleh sosok pelayan yang begitu ramah tadi. Ini lumrah, tendensi manusia tadi membuat kita cenderung mengingat dengan jelas “orang yang juga ingat dengan kita”. Setiap orang tidak perlu disambut dengan gegap gempita atau disambut dengan kemeriahan ketika dia datang, paling tidak di setiap diri manusia ingin bahwa dirinya dianggap berarti.

3.      Memberi pujian yang tulus.

Ada kalanya anda tidak perlu menunggu momen spektakular terjadi terlebih dahulu barulah anda melontarkan sebuah pujian pada teman anda. “Pujian” tidak perlu berlebihan dan terkesan memaksa atau dibuat-buat. Jadilah orang yang jujur, jika anda tidak suka ungkapkan! Namun ingat, dengan kata yang baik. Jika anda suka, ungkapkan juga! Pujian tidak harus berlebihan kok, seperti misal di hari itu teman anda memakai setelan jas formal barunya yang berwarna hitam, jangan ragu-ragu mengungkapkan kekaguman anda jika anda memang suka. Pujilah dia seperti “Wah, jasmu nampak pas sekali hari ini” atau “Bagus sekali, aku suka modelnya” cukup seperti itu, sudah sangat berarti untuk teman anda.

4.      Beri atmosfer kesenangan setiap kali bertegur sapa.

Ketika bertegur sapa di jalan atau di manapun, jangan lupa dongakkan kepala, pasang senyum dan ucapkan salam yang hangat. Teman anda pasti akan sangat ingat dengan anda jika anda melakukan hal yang sama tiap bertegur sapa. Tidak perlu takut jika anda “tidak dikenali”, terus saja sapa dengan ramah pasti dia akan ingat sendiri. Dan jangan lupa puji jika memang ada yang patut diapresiasi saat kalian bertemu, itu akan menciptakan atmosfer kesenangan tersendiri.

5.      Lebih baik pendengar yang aktif daripada pembicara yang terlalu hiperaktif.

Ingatlah bahwa tidak semua orang suka dengan  “orang yang terlalu banyak bicara”, ada yang malah menganggap orang-orang seperti itu “berisik!!!”. Namun jangan terlalu pendiam juga, lebih baik jadilah seorang pendengar yang aktif. Bagaimana maksudnya? Pendengar yang aktif itu tidak hanya diam dan dengar atau hanya berkomentar sesekali dengan jawaban-jawaban yang datar, singkat, dan padat. Pendengar aktif itu parsitipatif, mereka membiarkan orang lain berbicara terlebih dahulu hingga selesai baru dia akan mengomentarinya berdasarkan perspektifnya. Pendengar yang aktif tidak memotong pembicaraan. Pendengar yang aktif tidak mengkritik / memojokkan secara berlebihan dan tidak mendebat. Pendengar yang aktif juga akan mengajukan pertanyaan yang tepat dan objektif pada topik pembicaraan. Pendengar yang aktif, saat orang lain menceritakan sebuah lelucon, dia tidak akan membiarkan pikirannya berkeliaran mencari joke yang bisa mengungguli lelucon temannya, ini sangat berpengaruh pada pergerakan mata. Dan yang paling penting pendengar yang aktif pandangan matanya tidak akan berkeliaran dari wajah lawan bicaranya kecuali sesekali saja, ini sangat mempengaruhi “tertarik atau tidaknya orang tersebut pada topik pembicaraan”.

6.      Jadilah dirimu dan jangan memaksa keadaan!!!

Ada orang-orang yang senang berkamuflase seperti “Bunglon”, mereka mengubah wajah mereka dan pribadi mereka berdasarkan perspektif “sosok orang yang disukai di lingkungan tersebut”, alangkah lebih baiknya jika anda menunjukkan karakter anda yang sebenarnya saja. Tidak perlu anda menjadi orang lain hanya untuk disukai oleh banyak orang. Tunjukkan jika memang keadaanmu begitu adanya, tidak perlu lah anda mengubah image anda yang semula “good girl” tiba-tiba menjadi “bad girl” dengan penampilan yang berubah 360 derajat dari yang biasa menjadi sangat terbuka karena lingkunganmu mayoritas seperti itu hanya karena anda ingin diterima. Jika memang anda nyaman dengan style yang biasa saja, kenapa tidak? Meskipun lingkungan anda mayoritas seperti itu, ingatlah bahwa hubungan / relasi yang baik tidak pernah didasarkan pada hal-hal seperti penampilan semata. Ada yang lebih kuat yang mendasari hubungan itu terbentuk yakni attachement atau kelekatan emosi.

Demikian seputar tips-tips mengenai bagaimana cara membangun sebuah relasi baru yang baik, semoga bermanfaat.
Advertisement
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar