9 Cara Cepat Menghapal Al-Quran

9 Cara Cepat Menghapal Al-Quran

Menghapal apapun termasuk menghafal Al-Qur’an pada dasarnya merupakan suatu proses mengulang-ulang bacaan Al-Qur’an, baik dengan bacaan atau dengan mendengar, sehingga bacaan tersebut dapat tetap tersimpan dalam memori ingatan dan dapat diulang kembali tanpa harus melihat mushaf. Proses mengulang ini sebenarnya sama saja dengan materi lainnya. Pekerjaan apapun asal sering diulang-ulang pasti akan hafal.

Oleh karena itu, siapapun anda dapat menghafal Al-Qur’an dengan baik asal sering mengulang-ulang bacaan Al-Qur’an tersebut. Para Sahabat Rasulullah SAW rata-rata menghafal Al-Qur’an ketika usia dewasa. Ini berarti umur bukan penghalang dalam menghafal Al-Qur’an, bukan pula kesibukan atau status sosial.

Yang menjadi penghalang Utama menghafal Al-Qur’an adalah kemalasan, tidak ada kemauan, hilang akal, dan mati hati. Jika penyakit-penyakit tersebut lenyap, insya Allah Al-Qur’an akan mudah dihafal. Sedang banyak sedikitnya jumlah hafalan tergantung tekad yang dimiliki. Kemampuan setiap orang dalam mengingat hafalan berbeda-beda. Sebagian hafal setelah diulang lima kali, sebagian yang lain akan hafal jika diulang dua puluh kali bahkan lebih.

Oleh karena itu, perlu sekali memahami beberapa hal yang mempengaruhi kecepatan dalam menghafal, diantaranya sebagai berikut :

9 Cara Cepat Menghapal Al-Quran


[caption id="attachment_876" align="aligncenter" width="590"]Cara cepat menghapal Al-Quran Cara cepat menghapal Al-Quran[/caption]

  1. Memahami Makna Ayat Sebelum Dihafal


Memahami makna ayat-ayat Al-Qur’an terlebih dahulu yang akan dihafal. Cara ini baik dilakukan karena memahami makna ayat sama pentingnya dengan menghafal. Oleh karena itu orang yang sedang menghafal Al-Qur’an disarankan terlebih dahulu membaca tafsir ayat-ayat yang akan dihafalnya, minimal menguasai terjemahan ayat-ayat tersebut. Dengan memahami makna ayat, maka akan lebih mudah untuk mengetahui keterkaitan antara ayat yang satu dengan yang lainnya, sehingga mempermudah mengingatnya. Cara seperti ini lebih efektif agar ayat-ayat yang dihafal tersebut dapat terorganisasikan dan dapat diproses secara aktif, serta dikembangkan hubungan-hubungan satu dengan yang lainnya. Usaha yang dilakukan untuk menghafal materi ayat yang dipahami maknanya akan jauh lebih mudah dari pada ayat-ayat yang tidak diketahui maknanya. Tetapi, harus diingat bahwa proses pengulangan hafalan tetap harus dilakukan, sebab itulah yang paling pokok dalam proses menghafal, pengulangan tersebut harus terus dilakukan sampai lisan mudah mengucapkan, sekalipun terkadang hati terlambat untuk mengikuti maknanya. Adapun orang yang mementingkan pemahamnnya saja, maka dia akan sering lupa dan bacaannya akan tersendat-sendat. Hal ini sering terjadi, ketika orang sedang membaca bacaan yang relatif panjang.

  1. Mengulang-ulang Membaca sebelum menghafal


Membaca Al-Quran dengan melihat mushaf dengan istiqomah, bagi seseorang yang berminat menghafal Al-Qur’an sangat dianjurkan sebelum memulai menghafalnya. Oleh karena menghafal adalah proses pengulangan, semakin sering mengulang bacaan akan semakin mudah menghafalnya. Sebagaimana seorang santri yang selalu membaca surah yaasiin setiap malam jumat walaupun hanya satu kali, lama kelamaan dia akan hafal surah Yaasiin tersebut tanpa disadarinya.

  1. Mendengarkan Bacaan Orang yang Lebih Ahli


Cara ini dilakukan dengan mendengarkan bacaan para huffazh waktu mereka sedang membaca, hal ini selain untuk mengetahui apakah bacaan kita sudah baik atau belum juga dapat mempermudah dalam menghafal.

  1. Sering Menulis Ayat-Ayat Al-Qur’an


Para ulama zaman dahulu, setiap ilmu yang mereka hafal mereka tulis . Hal ini cocok bagi para penghafal Al-Quran, seringnya melakukan penulisan ayat-ayat yang akan dihafal akan memperkuat dan memudahkan untuk menghafalnya.

  1. Memerhartikan Ayat atau Kalimat yang Mirip atau serupa


Al-Qur’an dalam segi makna, lafazh, dan ayat-ayatnya itu serupa (identik). Dari sekitar enam ribu ayat lebih di dalam Al-Qur’an maka dua ribu diantaranya adalah ayat-ayat yang serupa dari segi apapun, bahkan ada yang sama persis atau hanya ada perbedaan satu, dua, atau tiga huruf atau kalimat saja.

Oleh Karena itu mememperhatikan, menelaah, dan mempelajari ayat-ayat yang serupa akan mempermudah dalam mewujudkan hafalan yang diinginkan.

  1. Selalu Mengulang-ulang hafalan Sendiri


Seorang Penghafal harus bisa memanfaatkan waktu untuk menambah hafalan. Hafalan yang baru harus selalu diulang (takrir) minimal setiap hari dua kali dalam jangka waktu satu minggu. Sedangkan hafalan yang lama harus diulang setiap hari atau dua hari sekali. Artinya semakin banyak hafalan, harus semakin banyak pula waktu yang dipergunakan untuk takrir (mengulang-ulang).

  1. Mengulang (Takrir) hafalan dalam Shalat


Sudah semestinya selalu mengunakan ayat-ayat yang sudah dihafalnya ketika melaksanakan shalat, baik shalat lima waktu maupun shalat-shalat sunnah bagi seseorang yang ingin menghafal Al-Qur’an. Hal ini sangat bermanfaat untuk menguatkan hafalan, karena dalam shalat tubuh kita tidak seenaknya bergerak. Sehingga seluruh panca indra ; mata, telinga, dan perasaan kita benar-benar terkonsentrasi agar hafalan Al-Qur’an kita tidak mudah lupa.

Oleh sebab itu, kemampuan membaca ayat-ayat Al-Qur’an di dalam shalat merupakan salah satu ukuran kekuatan hafalan.

  1. Mengulang Hafalan Bersama-sama


Mengulang hafalan secara bersama-sama dengan dua teman atau lebih.

  1. Mengulang Hafalan di Hadapan Guru


Materi mengulang-ulang hapalan yang dibaca harus lebih banyak dari materi hafalan baru yaitu satu banding sepuluh. Berarti apabila Seorang penghafal sanggup mengajukan hafalan baru setiap hari dua halaman, maka harus diimbangi dengan takrir (Mengulang) dua puluh halaman (satu juz) setiap hari.

Melakukan takrir di hadapan guru sangat bermanfaat untuk menguatkan hafalan yang sudah ada dalam memori otak kita. Di samping itu juga, mengevaluasi benar/tidaknya bacaan.

Demikianlah 9 Cara Cepat Menghapal Al-Quran, semoga bermanfaat.
Advertisement
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar