7 Tips Supaya Kamu Tidak Terlalu Sering Makan Mie Instan Yang Merusak
Usus-mu

7 Tips Supaya Kamu Tidak Terlalu Sering Makan Mie Instan Yang Merusak Usus-mu

Kebanyakan orang terutama anak kos lebih sering mengonsumsi mie instan. Selain harga yang lebih murah, mie instan dinilai lebih cepat penyajiannya dan lebih cepat memberikan efek kenyang ketika rasa lapar melanda.

Banyak polemik mengenai dampak mengonsumsi mie instan. Beberapa praktisi kesehatan menyebutkan mengenai sisi positif mie instan diantaranya untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat dan vitamin. Beberapa kalangan juga menyatakan ternyata kebiasaan ini kurang baik bagi kesehatan. Selain bahan penyedap dan pengawetnya, mie instan juga banyak mengandung natrium yang tidak baik bagi penderita penyakit lambung atau darah tinggi (hipertensi).

Terlepas dari polemik mengonsumsi mie instan, kamu perlu tahu beberapa tips di bawah ini supaya kegemaran-mu mengonsumsi mie instan bisa diminimalisir, sehingga kesehatan-mu sebagai anak kos bisa terjaga. Bukankah kesehatan itu adalah nikmat yang paling penting? Oke kita mulai dari tips berikut :

[caption id="attachment_935" align="aligncenter" width="590"]Supaya tidak terlalu sering makan mie instant Supaya tidak terlalu sering makan mie instant (Ilustrasi/pixabay)[/caption]

1. Tanam sayur-sayuran di halaman-mu


Bila kamu hobi tanam menanam, kenapa tidak memanfaatkan halaman kosong di depan rumah atau kosan-mu? Kamu bisa membeli bibit sayuran seperti selada, bayam, kangkung, cabe, dan tanaman holtikultura lainnya. Gunakan polybag supaya perawaratannya lebih mudah. Kamu bisa memetik beberapa sayur dan dijadikan lauk pelengkap. Kelebihannya kamu tidak perlu khawatir mengenai pestisida kimia. Sayuran organik yang kamu tanam sudah jelas aman dan sehat.

2. Tanam sayuran hidroponik


Kamu tidak punya halaman yang cukup luas untuk menanam sayuran ? kenapa tidak menggunakan teknik hidroponik saja. Kamu bisa menggunakan botol minuman bekas sebagai media tanamnya. Susun botol bekas secara vertikal untuk menghemat ruangan. Belilah bahan nutrisi-nya di toko-toko hidroponik. Jangan lupa untuk memperhatikan intensitas penyinaran mataharinya. Letakkan botol-botol bekasmu di tempat yang tidak tertutup cahaya matahari.

3. Beli persediaan bahan dapur di pasar, jangan di warung


Tips ini berlaku bila di daerah kosan-mu dekat dengan pasar tradisional. Kamu bisa berbelanja keperluan dapur di pasar tradisional karena harganya lebih miring. Tentunya kamu juga harus pandai menawar. Bila kamu sibuk dengan jadwal kuliah, pilih bahan yang mudah diolah seperti telur, tempe, tahu atau ikan asin. Selain mudah dan cepat penyajiannya, kandungan gizinya juga bermanfaat untuk menunjang aktifitasmu.

3. Inovasi dengan bahan dasar telur


Telur merupakan bahan lauk yang serba guna. Kamu bisa membuat sarapan pagi dengan telur ceplok, dadar telur atau nama kerennya omelet dengan cepat sebelum berangkat ke kampus. Tapi lama-kelamaan menu yang itu-itu saja tentunya membuat kita bosan. Kamu bisa mengganti menu lain berbahan dasar telur, tapi tetap mengedepankan prinsip cepat dan mudah ala anak kos. Seperti telur kecap, sup sawi telur, perkedel, telur tahu dan lain-lain.

4. Bila lapar, ganjal dengan roti atau ubi rebus


Seringkali ketika selesai mengerjakan tugas kampus yang seubrek, perut terasa lapar. Bagi kamu yang malas memasak lauk yang berbahan kompleks, masak mie instan memang menjadi pilihan terakhir. Tapi tidak lagi bila kamu menyediakan roti atau ubi di dapur kosan-mu. Ketika lapar melanda, kamu bisa langsung melahap roti tawar yang dilapisi selai kacang, atau segera merebus ubi ungu dan menunggu beberapa menit hingga matang. Kamu akan bisa menghindari nafsu untuk mengonsumsi mie instan. Ubi dan roti mengandung karbohidrat yang cukup untuk menggantikan kalori yang habis setelah berpikir terlalu lama.

5. Jangan beli mie instan per kardus, belilah sesuai kebutuhan.


Bila ternyata kamu tidak bisa berhenti juga mengonsumsi makanan yang satu ini, maka jangan beli mie instan per kardus. Biasanya niat makan mie instan kamu akan muncul ketika kamu melihat persediaan mie instan yang menumpuk di atas meja. Nah, akan lain ceritanya bila kamu tidak memiliki persedian mie instan. Sedikit banyaknya niat kamu untuk mengonsumsi mie instan akan dikalahkan rasa malas untuk membelinya di warung atau swalayan. Jadi, belilah mie instan seperlunya saja. Supaya bisa meminimalisir keinginan kamu untuk mengonsumsi mie instan.

6. Sering-seringlah mencari informasi tentang bahaya mie instan.


Ketika kamu browsing mengenai bahaya mie instan, akan ada banyak artikel mengenai dampak negatif mengonsumsi mie instan. Kamu perlu tahu mengenai akibat terlalu sering mengonsumsi mie instan tersebut. Kalau perlu catat dan tempelkan list dampak negatif dari mengonsumsi mie instan di pintu kamarmu. Atau jika kamu mau yang anti-mainstream, kamu bisa catat peringatan tersebut di mangkuk mie instanmu menggunakan spidol permanen.

7. Buatlah jadwal konsumsi mie instan dalam seminggu.


Cara ini cukup efektif untuk mengontrol nafsu mengonsumsi mie instanmu. Dengan memperhatikan hari-hari mana intensitas mengonsumsi mie instanmu melonjak, kamu bisa menghindarinya dengan mempersiapkan pengganti makanan lain pada hari tersebut. Sebagai contoh, kamu ternyata lebih sering mengonsumsi mie instan pada hari rabu, karena pada hari itu kamu masuk lebih pagi dan banyak mata kuliah yang harus kamu ikuti. Kamu bisa menyiasatinya dengan memasak makanan atau membeli roti pada malam harinya. Sehingga kebiasaanmu mengonsumsi mie instan pada hari rabu itu bisa kamu hilangkan.

Oke demikian beberapa tips Supaya Kamu Tidak Terlalu Sering Makan Mie Instan Di Kosan. Sebisa mungkin kita harus menjaga kesehatan. Kamu juga harus memperhatikan cara memasak mie instan yang benar. Dan ketika kita dituntut untuk menjaga kesehatan, itu dimulai dari makanan yang kita konsumsi sehari-hari. Kalau kita bisa menjaga kesehatan, mengapa tidak?
Advertisement
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

1 komentar

thanks min infonya sangat bermanfaat

Balas