Ini Lho 4 Masalah Utama Di Tempat Kerja Dan Cara Mengatasinya

Ini Lho 4 Masalah Utama Di Tempat Kerja Dan Cara Mengatasinya

Ini Lho 4 Masalah Utama Di Tempat Kerja Dan Cara Mengatasinya


[caption id="attachment_775" align="aligncenter" width="640"]Cara mengatasi masalah utama di tempat kerja Cara mengatasi masalah utama di tempat kerja (Ilustrasi/pixabay)[/caption]

 

Bermaksud untuk mencari rezeki, terkadang tempat kerja malah menjadi tempat dimana kesabaran dan emosi kita diuji. Ada-ada saja masalah di tempat kerja yang terkadang membuat kita stress dan merasa tertekan. Sudah badan capek, fikiran lelah, ditambah lagi dengan masalah-masalah yang pada akhirnya memuat hati kita pun ikut lelah. Tak jarang persoalan yang cukup menyita tersebut membuat kita akhirnya memutuskan untuk resign saja.

Sayangnya, keputusan resign dari suatu pekerjaan terkadang hanya diambil karena menuruti emosi dan ego sehingga kita lupa pertimbangan-pertimbangan penting lainnya. Alhasil, resign malah membuat hidup semakin susah dan melarat. Resign haruslah dengan pertimbangan yang matang. Mencari pekerjaan baru bukanlah sesuatu yang mudah. Di luar sana masih banyak orang-orang yang masih bingung mau mengajukan ijazah mereka ke mana. Mereka mengetuk pintu dari satu perusahaan ke perusahaan lain.

Sementara, kita sudah mempunyai pekerjaan yang jelas. Apalagi prospeknya bagus. Ketahuilah, yang namanya masalah akan selalu ada dimana-mana. Kenapa harus mengorbankan pekerjaan yang susah payah kita dapatkan hanya karena masalah yang mungkin sebenarnya masih bisa diselesaikan. Tak perlu terburu-buru untuk mengambil keputusan resign. Cobalah untuk mengatasinya terlebih dahulu, agar keputusan resign yang kita ambil tidak membuat kita menyesal nantinya.

Setiap masalah ada jalan keluarnya. Begitu juga dengan masalah yang terjadi di tempat kerja. Berikut ini adalah masalah-masalah yang paling sering ditemui di tempat kerja serta cara mengatasinya :

4 Masalah Utama Di Tempat Kerja Dan Cara Mengatasinya


Masalah Gaji

Setiap orang bekerja, pasti umpan balik yang diinginkan adalah gaji. Untuk mendapatkan gajilah kenapa kita harus bekerja. Namun terkadang kita merasa gaji yang diberikan tidak sesuai dengan tingkat lelah kita bekerja. Gaji rendah, gaji tidak memadai akhirnya menjadi keluhan umum yang sering terjadi. Sayangnya masalah gaji juga adalah masalah sensitif yang paling sulit diatasi.

Kenapa demikian? Masalah gaji sudah diperhitungkan dalam perjanjian kerja. Jika akhirnya kita merasa gaji kurang memadai itu sudah risiko. Namun jika memang kamu merasa gaji yang dibayarkan sebenarnya tidak sesuai dengan yang kamu inginkan, coba deh survey dulu ke perusahaan lain.

Kamu bisa tanya-tanya karyawan di sana dengan posisi yang sama denganmu. Jika kamu seorang karyawan biasa jangan tanya gaji manager ya? Itu jelas berbeda berbeda. Jika memang kisaran gajinya segitu. Maka memang itulah standar gajinya. Tapi jika kamu merasa tidak tercukupi dengan gaji tersebut atau ingin mendapatkan yang lebih. Kamu harus cari sumber pendapatan lain.

Bos Galak

Salah satu alasan seseorang sangat merasa tertekan di tempat kerja adalah bos yang galak. Siapa yang tahan kalau bosnya sedikit-sedikit marah. Jika yang namanya bos kalau marah pasti kita bisanya manggut-manggut saja. Mau menjawab dan menjelaskan, pekerjaan di ujung tanduk. Kalau seperti ini memang membuat kita makan hati. Namun apa kita mau kondisi ini terus berlanjut? Menahan sakit hati agar perut tetap terisi atau memutuskan resign lalu menyodorkan ijazah lagi kesana-kesini?

Tak ada api maka tak akan ada asap bukankah begitu pepatah bilang? Apa analoginya dengan topik kita ini? Seseorang yang normal tidak akan marah tanpa ada sebab. Memang mungkin karakternya pemarah. Akan tetapi sepemarah apapun seseorang, kalau tidak ada penyebab dia tidak akan marah.

Nah sebelum kita menilai dan menjudge seseorang, sebaiknya kita instopeksi dan koreksi dulu diri kita. Kenapa bos sering marah? Mungkin kinerja kita kurang akhir-akhir ini? Atau mungkin attitude kita kurang baik? Atau mungkin karena hubungan kita dengannya terkesan dingin?

Atasan adalah seseorang yang harus dihormati, bukan ditakuti. Orang yang memelihara perasaan takut pada atasan selalu berusaha membuat atasan tidak marah sampai-sampai kalau bisa dia menjaga jarak dengan atasan. Sedangkan seseorang yang menghargai atau menghormati atasan akan membuat atasannya senang. Caranya dengan menjalin komunikasi yang baik. Bagi yang mampu menjalin komunikasi yang baik dengan atasannya, atasan bahkan bisa menjadi teman yang baik bagi bawahan.

Serba-Serbi Sifat Rekan Kerja

Bukan hal baru lagi bagi kita bahwa di dunia kerja persaingan sesama karyawan terkadang sangat mengerikan. Setiap orang ingin mendapatkan tempat terbaik. Setiap orang menginginkan penilaian terbaik dari atasan. Tidak sedikit yang akhirnya berusaha mencari muka kepada atasan. Seorang rekan kerja yang selalu mencari muka mungkin tidaklah terlalu masalah. Namun bagaimana kalau ternyata dia sudah memfitnah kita untuk mendapatkan simpati atasan. Mengakui suatu pekerjaan yang kita lakukan adalah hasil kerjanya atau menuduh kita melakukan sesuatu yang buruk.

Seseorang yang seperti ini memang sangat menyebalkan. Apa yang harus kita lakukan? Untuk kasus-kasus seperti itu biasanya atasan mempunyai dua reaksi yang berbeda. Bagi atasan yang bijaksana, dia tidak akan mudah menerima pengakuan apa saja dari bawahannya sebelum mengajak kita bicara dengan tenang. Hal ini akan menguntungkan karena kita bisa menjelaskan pada atasan.

Namun bagaimana kalau atasan kita langsung percaya dan melabrak kita. Kalau hal ini terjadi kita harus mengambil tindakan. Minta waktu atasan untuk menjelaskan permasalahannya dengan baik. Selanjutnya terus berikan kinerja yang baik terhadap tempat Anda bekerja. Loyalitas dan semangatmu dalam bekerja akan membuat atasan melihat kesungguhanmu dan tidak percaya lagi dengan tuduhan-tuduhan yang diarahkan padamu.

Terhadap rekan kerjamu yang demikian, jangan memusuhi apalagi sampai menyimpan dendam padanya. Tetap bersikap baik padanya. Tidak perlu juga mengungkit masalah yang pernah ditimbulkannya. Tetaplah fokus pada pekerjaan dan dengan sikapmu yang memaafkannya dan baik padanya mana tahu dia akan sadar.

Pekerjaan Tidak Sesuai Minat

Seseorang yang suka seni akan sangat tertekan bila bekerja di bagian administrasi yang berhubungan dengan angka-angka. Sebaliknya orang yang suka hanya berteman dengan rumus-rumus tidak akan merasa senang ketika melakukan pekerjaan marketing. Pekerjaan yang menyenangkan itu adalah pekerjaan yang sesuai dengan minat kita. Namun terkadang sulit mendapatkan itu semua.

Minat dan bakat yang kita punya terkadang tidak sesuai dengan lapangan kerja yang tersedia sementara kebutuhan hidup harus dicukupi. Alhasil kita akhirnya memutuskan mengambil pekerjaan tersebut. Sulit memang ketika kita yang terbiasa bergaul dengan banyak orang harus bekerja hanya di depan komputer. Sebaliknya seorang yang pemalu juga akan sulit jika dipekerjakan di bagian pemasaran.

Bagaimana solusinya? Bagaimanapun kita harus berusaha mencintai pekerjaan tersebut. Lihat sisi sukses dari orang-orang yang lebih dahulu. Cari informasi tentang pekerjaan yang sedang kita geluti. Temukan sisi menarik yang bisa membuatmu mencintai pekerjaanmu tersebut.

Masih belum bisa? Membuatmu merasa berpura-pura dan tidak bisa bekerja secara maksimal? Well, daripada ragamu di sini tapi hati mu tidak. Resign memang harus menjadi pilihan daripada pekerjaan menjadi tidak maksimal.

Demikialah 4 masalah utama dalam dunia kerja dan solusinya. Semoga bermanfaat.
Advertisement
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar