Cara Mencoblos Pemilu 2014

Cara Mencoblos Pemilu 2014

Cara Mencoblos Pemilu 2014. Menjelang pemilihan umum anggota legislatif, banyak warga yang belum mengetahui tata cara pencoblosan. Bahkan mereka juga tidak mengetahui secara pasti sudah terdata dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), DPT Tambahan (DPTtb), Daftar Pemilih Khusus (DPK) dan Daftar Pemilih Khusus Tambahan (DPKTB).

Kebingungan mereka terkait banyaknya surat suara yang harus dicoblos dan ketiadaan gambar para caleg dalam surat suara.

Mulai tanggal 30 Maret 2014, Warga Negara Indonesia yang berdomisili di luar negeri sudah mulai memberikan suara mereka.

Menurut ketentuan Undang-Undang No 8. Tahun 2012, pelaksanaan Pemilu Legislatif di Luar Negeri diadakan lebih awal dari jadwal pemungutan suara di dalam negeri untuk mengakomodasi hari libur yang beragam di berbagai Negara.

Tata Cara Pemberian Suara Pada Surat Suara Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD Tahun 2014 ditetapkan sebagai berikut :

a.   memastikan Surat Suara yang diterima telah ditandatangani oleh Ketua KPPS;
b.   pemberian suara dilakukan dengan cara MENCOBLOS;
c.   menggunakan alat coblos yang telah disediakan berupa paku;
d.   pemberian suara pada Surat Suara Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota dilakukan dengan cara:




  1. mencoblos pada kolom yang berisi NOMOR URUT, TANDA GAMBAR, dan NAMA PARTAI POLITIK Peserta Pemilu; atau

  2. mencoblos pada kolom yang berisi NOMOR URUT dan NAMA CALON; atau

  3. mencoblos sebagaimana dimaksud pada angka 1, dan angka 2, pada Partai Politik Peserta Pemilu yang sama.


e. pemberian suara pada Surat Suara Pemilu Anggota DPD dilakukan dengan cara mencoblos pada nomor urut calon atau foto calon atau nama calon sepanjang dalam satu kolom calon yang sama.


Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan 15 cara mencoblos yang sah pada pelaksanaan Pemilihan Umum Legislatif 9 April 2014. Hal tersebut dimaksudkan agar dalam pemungutan suara nantinya minim surat suara yang tidak sah.

KPU Menetapkan Mencoblos Surat Suara Sah Dengan Cara Berikut :

  1. Mencoblos nomor urut, tanda gambar dan nama parpol, maka suaranya dihitung satu untuk parpol.

  2. Mencoblos nomor urut dan nama caleg, maka suaranya dihitung satu untuk caleg.

  3. Mencoblos nomor urut, tanda gambar, dan nama parpol serta pada kolom nomor urut dan nama caleg, maka suaranya dihitung satu untuk caleg.

  4. Mencoblos nomor urut, tanda gambar, dan nama parpol serta lebih dari satu nomor urut dan nama caleg dalam satu partai, maka suaranya dihitung satu untuk parpol.

  5. Mencoblos lebih dari satu nomor urut dan nama caleg parpol yang sama, maka suaranya dihitung satu untuk parpol.

  6. Mencoblos lebih dari satu pada satu nomor urut, tanda gambar dan nama caleg, maka suaranya dihitung satu untuk parpol.

  7. Mencoblos lebih dari satu kali pada nomor urut dan nama caleg pada satu parpol, maka suaranya dihitung satu untuk caleg tersebut.

  8. Ada garis di antara kolom yang memuat dua nomor urut dan nama caleg di satu parpol, maka suara dianggap sah untuk satu parpol.

  9. Ada garis yang memuat nomor urut dan nama caleg, maka suara dianggap satu untuk parpol.

  10. Ada garis yang memuat satu nomor urut dan nama caleg, maka suara dianggap satu untuk caleg.

  11. Mencoblos kolom abu-abu di antara nomor urut dan nama caleg pada satu parpol, maka suara dianggap sah satu untuk parpol.

  12. Mencoblos kolom abu-abu di bawah nomor urut dan nama caleg terakhir pada satu parpol, maka suara dihitung satu untuk parpol.

  13. Mencoblos kolom nomor urut dan nama caleg yang sudah didiskualifikasi, maka suara dianggap sah untuk parpol.

  14. Mencoblos kolom nomor urut dan nama caleg yang sudah meninggal dunia, maka suara dihitung satu untuk parpol.

  15. Mencoblos kolom nomor urut, tanda gambar dan nama parpol yang tidak memiliki daftar caleg, maka suara dianggap sah satu untuk parpol.


[caption id="attachment_170" align="alignnone" width="600"]Cara Mencoblos Pemilu 2014 Cara Mencoblos Pemilu 2014[/caption]

Tambahan:

Komisi Pemilihan Umum akan menganggap sah surat suara yang dicoblos di dua nama calon anggota legislatif (caleg) dalam satu parpol

Jika surat suara dicoblos pada dua lajur caleg berbeda serta pada kolom lambang parpol, maka suara tersebut dianggap sah dan dihitung masuk sebagai dukungan parpol bersangkutan.

Sedangkan surat suara yang dicoblos pada satu lajur caleg dan pada kolom parpol bersangkutan, maka suara sah akan dihitung masuk ke caleg.

KPU juga menganggap sah surat suara yang dicoblos pada batas di antara dua lajur caleg dalam satu parpol, dengan perolehan suaranya akan dihitung untuk parpol.

Dalam Peraturan KPU Nomor 26 Tahun 2013 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara diatur cara pencoblosan yang benar sehingga suara pemilih dianggap sah.

  • Pertama, pemilih bisa mencoblos pada kolom yang berisi nomor urut, tanda gambar, dan nama Partai Politik Peserta Pemilu.

  • Kedua, pemilih dapat juga mencoblos pada kolom yang berisi nomor urut dan nama calon.

  • Ketiga, pemilih boleh mencoblos pada nomor urut, tanda gambar, nama caleg dan nama Partai Politik Peserta Pemilu yang sama.


Khusus untuk kaum difabel diperbolehkan membawa pendamping saat proses pemungutan suara. Syaratnya, pendamping menulis pernyataan untuk menjaga kerahasiaan supaya yang dibantu merasa nyaman. Pendamping dapat ditunjuk oleh penyandang disabilitas.

Untuk pemilih tunanetra, KPU juga menyiapkan alat bantu mencoblos berupa template yang dilengkapi dengan huruf braile. "Hanya saja, pemilu kali ini kami menyediakan untuk surat suara calon anggota DPD, tidak bisa DPR, DPRD provinsi, kabupaten atau kota," kata Komisioner KPU, Hadar Nafis Gumay di sela-sela simulasi mekanisme pencoblosan surat suara untuk penyandang disabilitas, Jumat (4/4/2014) di Gedung KPU, Jakarta Pusat. Menurut dia, KPU belum bisa menyediakan template untuk semua model surat suara.

Seperti diketahui, ada empat surat suara yang harus dicoblos para pemilih tanggal 9 April 2014 mendatang. Surat suara warna kuning untuk DPR RI, surat suara warna biru untuk DPRD Propinsi, surat suara warna hijau untuk kabupaten/ kota dan surat suara warna merah untuk anggota DPD.

Itulah cara mencoblos pemilu 2014 yang benar, semoga bermanfaat. Berikan hak pilih Anda agar surat suara anda tidak disalahgunakan oleh orang lain.
Advertisement
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

7 komentar

luar biasa mas panduan nya. Cocok untuk para warga indonesia yang baru kali pertama ikut pemilu agar tidak salah dalam memilih ya. Terlebih lagi pemilu kita sering ganti-ganti cara memilih nya, yng tadinya contreng, sekarang jadi coblos ;)

Balas

ayoo kita nyoblos ke tps
cara nyobolosnya sudah pada tau kan, kalau belum tau baca artikel di atas
hehehe, thanks mas informasinya :)

Balas

maaf, saya tidak akan ikit mencontreng

Balas

Di sini ada penyuluhannya gitu Bang, mengenai cara pencoblosan ini.. Soalnya masih banyak yang ngga ngerti, terutama nenek-nenek. Heheh.. Nenek ku juga perlu diajarin terus.. :D

In Shaa Allah orang yang kita pilih dan yang terpilih bisa menjaga amanahnya.. :)

Balas
avatar
Summase iGaligo

Betul Mbak, itu juga cocok buat siapa saja yang masing bingung cara mencoblos

Balas
avatar
Summase iGaligo

Kenapa tidak ikut mencontreng mas?

Balas
avatar
Summase iGaligo

Di sini saya sendiri kurang tau di mana tempat penyuluhannya :)

Balas