Pertanda Di balik robohnya tembok makam raja Sumenep

Pertanda Di balik robohnya tembok makam raja Sumenep

Pertanda Di balik robohnya tembok makam raja Sumenep - Asta Tinggi adalah kawasan pemakaman khusus para Pembesar/Raja/Kerabat Raja yang teletak di kawasan dataran tinggi bukit Kebon Agung Sumenep. Dalam Bahasa Madura, Asta Tinggi disebut juga sebagai Asta Rajâ yang bermakna makam para Pangradjâ (pembesar kerajaan) yang merupakan asta/makam para raja , anak keturunan beserta kerabat-kerabatnya yang dibangun sekitar tahun 1750M. Kawasan Pemakaman ini direncanakan awalnya oleh Panembahan Somala dan dilanjutkan pelaksanaanya oleh Sultan Abdurrahman Pakunataningrat I dan Panembahan Natakusuma II.

Topik Terhangat: Pagar kompleks makam raja-raja Keraton Sumenep, Jawa Timur, Asta Tinggi, di Desa Kebonagung, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, tiba-tiba roboh. "Roboh karena disambar petir," kata Kepala Penjaga Asta Tinggi R.B. Roeska Pandji Andika, Senin, 17 Maret 2014.

Menurut Pandji, robohnya pagar berupa tembok setebal setengah meter itu diyakini menjadi pertanda akan terjadinya sebuah peristiwa besar di Indonesia. Apalagi tahun ini Indonesia akan menyelenggarakan pemilu legislator dan pemilu presiden. "Sebelum roboh, turun hujan dan angin kencang, lalu petir menyambar-nyambar. Setelah tembok roboh, hujan langsung berhenti," ujar Pandji.

Menurut Pandji, percaya atau tidak, peristiwa-peristiwa aneh yang terjadi di kompleks makam Asta Tinggi selalu dibarengi dengan peristiwa di kemudian hari. Contohnya, kata dia, pada tahun 1965, pohon asam besar di Asta Tinggi tiba-tiba roboh. Ternyata pada tahun itu, presiden pertama RI Sukarno dipaksa mundur.

Begitu pula saat presiden Soeharto dipaksa mundur pada 1998 silam. Menurut Roeska Pandji, saat itu pohon beringin di Masjid Jamik Sumenep roboh. "Masyarakat selalu mengaitkan peristiwa di Asta Tinggi dengan peristiwa besar yang akan terjadi di Indonesia. Tapi benar atau tidak wallahua'lam," katanya.

[caption id="attachment_13" align="aligncenter" width="450"]Halilintar Sambar Kompleks Makam Raja Sumenep Halilintar Sambar Kompleks Makam Raja Sumenep. (Foto: Tempo.co)[/caption]

Asta Tinggi adalah kawasan pemakaman khusus para raja dan kerabat raja Keraton Sumenep.  Kompleks pekuburan ini dibangun sekitar 1750. Awalnya pembangunan ini direncanakan oleh Panembahan Somala dan pelaksanaannya dilanjutkan oleh Sultan Abdurrahman Pakunataningrat I serta Panembahan Natakusuma II.

Asta Tinggi ini memiliki tujuh kawasan, yakni Kawasan Asta Induk, Kawasan Makam Ki Sawunggaling, Kawasan Makam Patih Mangun, Kawasan Makam Kanjeng Kai/Raden Adipati Suroadimenggolo, Kawasan Makam Raden Adipati Pringgoloyo/Moh. Saleh, Kawasan Makam Raden Tjakra Sudibyo, dan Kawasan Makam Raden Wongsokoesomo. (Tempo.co)
Advertisement
This Is The Oldest Page
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

4 komentar

mmmm... mungkin hanya kebetulan saja kali :D

Balas

Mungkin saja. Orang Indo kan suka mengait2kan ke hal-hal yang berbau mistis

Balas

good information...
bertambah pengatahuan mengenai budaya n sejarah indonesia :P

Balas

Wah, saya baru tahu kejadian ini. padahal saya orang Sumenep, hihihi. jarang ke luar rumah, jadi kurang mendengar kabar tersebut *alasan :D

Balas